Storyline:Di Bangkok, pembunuh bayaran cekatan Curtie Church disewa oleh seorang pebisnis untuk membunuh 6 pria. Setelah tugasnya selesai, pebisnis tersebut menawarkan kontrak lain agar Curtie menghabisi kepala sindikat tersebut yang telah menjebloskan putrinya ke dunia pelacuran dan narkoba sebelum akhirnya tewas. Curtie menghubungi Jimmy untuk memperoleh pasokan senjata berat. Pada saat menuntaskan misinya, Curtie bertemu dengan pelacur muda bernama Mae yang membantunya menyelamatkan gadis-gadis terpenjara itu. Siapa sesungguhnya Mae yang misterius itu?Nice-to-know:Diproduksi oleh Millennium Films yang bekerjasama dengan Swingin' Productions.Cast:Sempat mendukung serial televisi Black Panther tahun lalu, Djimon Hounsou bermain sebagai Curtie ChurchTerakhir tampil sebagai dirinya sendiri dalam serial televisi Bored to Death (2010), Kevin Bacon berperan sebagai Jimmy The BritJirantanin Pitakporntrakul sebagai MaeSahajak Boonthanakit sebagai RajahdonDirector:Prachya Pinkaew mulai angkat nama setelah menulis, memproduseri sekaligus mengarahkan Ong Bak (2003) yang fenomenal itu.Comment:Satu-satunya alasan saya menonton film ini adalah kehadiran Djimon Hounsou yang biasanya bersinar dalam peran pendukung beberapa film ternama. Sedangkan bagi yang lain mungkin menganggap Kevin Bacon, an always decent veteran actor atau Prachya Pinkaew yang sukses menangani film-film martial arts Thailand dan memulai debut Hollywood nya lewat film ini. Sayangnya akhirnya hanya rilis dalam format video saja pada tanggal 17 Mei 2011 yang lalu.Keputusan direct-to-dvd tersebut memang beralasan. Skrip yang ditulis oleh Kevin Bernhardt itu terlalu banyak mencampur-adukkan ide mulai dari action, drama, relijius, tradisional hingga supernatural yang mengaburkan inti cerita itu sendiri. Tema klise balas dendam yang dibahas di prolog film lenyap begitu saja setelah beberapa menit berlalu dan saya jamin penonton juga akan melupakannya sesegera mungkin.Pinkaew tergolong masih mampu menghadirkan adegan pertarungan yang keren dan memanjakan mata disini. Tetapi perbedaan nuansa Hollywood dan Thailand tak bisa dipungkiri. Seberapa kerasnya ia berusaha menghadirkan unsur etnik dengan memindahkan lokasi syuting ke Bangkok tidak banyak menolong. Pengarahannya terhadap aktor-aktris yang bermain disini dalam menjiwai karakter masing-masing juga terkesan datar saja.Hounsou tampak berupaya mengangkat film seorang diri dengan konsep hero yang misterius sekaligus berhati mulia. Lain halnya dengan Bacon yang sedikit memaksakan mengubah aksennya sedemikian rupa sehingga terdengar konyol. Sedangkan Pitakporntrakul menjadi sisi terlemah dalam jajaran castnya dimana tokoh Mae yang sudah “aneh” semakin tak berdaya dengan buruknya akting dan penempatan serba salah di sepanjang scene yang melibatkannya.Elephant White bisa jadi bermakna Gajah Putih alias Thailand itu sendiri yang juga mengusung spirit Buddhisme disini. Namun gagasan yang biasanya bekerja dengan baik dalam genre horor itu menjadi salah bumbu dalam sebuah film aksi semacam ini. Kegagalan pada nyaris semua departemen film ini tinggal menyisakan fighting scenes yang sebenarnya tidak buruk tapi tidak mampu menyelamatkan 90 menit dalam hidup para penonton yang terbuang sia-sia.Durasi:90 menitOverall:6.5 out of 10Movie-meter:
Quotes:Jake Tyler: I'm gonna stop this guy, win, lose... it makes no difference, it ends tonight. This is my fight. Everyone's got one...
Storyline:Sebagai anak baru di sekolah, Jake menyukai gadis cantik yang ditemuinya, Baja. Sayangnya dalam suatu pesta ia berkonfrontasi dengan pacar Baja, Ryan yang sangat suka berkelahi karena diajarkan oleh ayahnya sejak kecil. Jake dikalahkan dengan mudah dan dipermalukan di hadapan siswa-siswi lainnya. Bertekad belajar bela diri untuk menjaga harga dirinya yang seringkali dilecehkan, Jake berlatih secara intensif pada Jean Roqua. Semua usahanya mulai menunjukkan hasil dan yang terpenting ia mulai bisa mengendalikan emosinya. Namun akankah kesombongan Ryan dapat dijatuhkan Jake pada kompetisi Beatdown?Nice-to-know:Sean Faris diharuskan menambah massa ototnya sebesar kurang lebih 8 kg untuk perannya disini.Cast:Mengawali karirnya dalam Twisted (2001), Sean Faris kali ini bermain sebagai Jake TylerTerlebih dahulu berperan disini sebagai Ryan McCarthy, Cam Gigandet malah angkat nama lewat Twilight di tahun yang sama.Amber Heard sebagai Baja MillerEvan Peters sebagai Max CoopermanLeslie Hope sebagai Margot TylerDjimon Hounsou sebagai Jean RoquaWyatt Smith sebagai Charlie TylerDirector:Merupakan film kedua bagi Jeff Wadlow setelah Cry_Wolf (2005).Comment:Kebetulan saya menyaksikan Karate Kid versi Jackie Chan/Jaden Smith terlebih dahulu sebelum ini dan ternyata formulanya sama persis. Seorang remaja yang pindah ke tempat baru kemudian dipukuli oleh jagoan lokal hingga bertekad membalas dendam dengan berguru pada jago senior sambil memenangkan gadis idamannya. Ayolah akui sudah beberapa kali anda menyaksikan plot serupa dengan judul yang berbeda-beda. Mana yang anda suka kembali lagi pada selera masing-masing bukan?Film ini terasa lebih Amerika dengan setting dan society yang disodorkannya. Lihat suasana kampus dan sasana latihan berikut para penghuninya dari berbagai lapisan masyarakat. Pluralisme! Belum lagi musik pendukungnya yang didominasi musik hip hop seperti Soulja Boy, Kanye West ataupun rock cadas semisal My Chemical Romance dsb. Lihat juga bagaimana muda-mudi itu menggunakan berbagai macam gadget dan social media yang sangat masa kini mulai dari webcam, handycam hingga Youtube. Sutradara Wadlow berhasil mengumpulkan cast yang sebagian besar memang menguasai beladiri, tak terkecuali dua pemeran utamanya yaitu Faris dan Gigandet yang juga turut memamerkan otot-ototnya disini. Sebagai love interest keduanya ada Heard yang kali ini sangat seksi dengan pakaian minim dan rambut pirang panjangnya yang terurai. Jangan lupakan juga Hounsou dan Hope yang sudah tinggi jam terbangnya berhasil melengkapi peran mentor dan orangtua.Meskipun terkadang ada beberapa logika cerita sulit diterima akal sehat dan sebagian adegannya banyak disiasati dengan percepatan fighting scene, adegan bertarungnya cukup menyenangkan untuk disaksikan. Berbagai teknik bantingan, jepitan dll juga sedikit dipertontonkan dan hal ini bagus untuk sebuah film martial arts. Pada akhirnya saya cukup menyukai Never Back Down terlepas dari klisenya dialog dan ending yang mudah sekali ditebak. Jadi rendahkanlah ekspektasi anda sebelum menontonnya dan mungkin anda akan sedikit terpuaskan dengan hasil akhirnya.Durasi:110 menitU.S. Box Office:$24,848,292 till Jun 2008Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent