Thursday, 29 November 2012

ADA HANTU DI VIETNAM : Dubbing Buruk Dan Pengingkaran Kreatifitas


Quotes: 
Ramon: Itu tuyul tuh?
Aziz: Bukan, kecebong anyut!

Nice-to-know: 
Produksi pertama TS Media.

Cast: 
Guntur Triyoga sebagai Jordan
Cinta Dewi sebagai Bianca
Uli Auliani sebagai Nayya
Roger Danuarta sebagai Ruben
Aziz Gagap sebagai Aziz
Reymon Knuliqh sebagai Ramon
Nguyen Ngoc Thuy Diem
Kenny Chiem
Nguyen Thi Tuet Prang
Bui Minh Hoang
Thai Thi Teuclina

Director: 
Merupakan film ke-9 bagi Koya Pagayo di tahun 2012 setelah Dendam Dari Kuburan.

W For Words: 
Jika tahun lalu Nayato Fio Nuala atau Koya Pagayo nekad syuting “colongan” di Hongkong untuk film aksi berjudul Tarung, maka tahun ini ia berani syuting “resmi” di Vietnam. Keduanya sama-sama dibintangi oleh trio bintang langganannya yaitu Guntur Triyoga, Cinta Dewi dan Reymon Knuligh, perbedaannya kali ini adalah genre horor yang sayangnya belum/tidak menggunakan template baru. Judulnya pun sederhana saja, lengkap dengan embel-embel negaranya untuk memperjelas daya jual. Ah mau saja rumah produksi TS Media ini dibohongi untuk film debutannya. Kasihan!

Bianca berencana menjenguk kakak Bianca yang baru saja melahirkan di Vietnam. Ia mengajak Jordan dan Nayya untuk menemaninya  sedangkan Ramon dan Aziz memilih tidak pergi karena takut naik pesawat. Lokasi yang tak kunjung ketemu membuat ketiganya harus mencari penginapan. Ruben yang dijumpai di jalan membantu mereka sekaligus memperkenalkan pada pasangan warga Vietnam yakni John dan Lucy. Rumah milik pasutri konyol akhirnya jadi pilihan. Sayangnya gangguan hantu cantik bernama Jasmine tak dapat dihindari.

Skrip yang ditulis Aurellia Amani Salsabila (saya ragukan orangnya ada) ini memiliki bloopers dan kontinuitas yang berantakan. Satu, hantu perempuan Vietnam yang katanya ikut ke Jakarta nyatanya digantikan dengan yang mirip saja. Dua, hantu ini jelas memiliki kesaktian tingkat tinggi karena bisa muncul di siang dan malam hari sekaligus, bahkan bisa travelling tanpa paspor. Tiga, kehadiran dukun Vietnam pengusir hantu tanpa diundang, tanpa hasil pula. Empat, background story hantu itu meninggal tak ada hubungannya samasekali dengan Bianca dkk atau penghuni rumah Vietnam samasekali. Sementara empat saja, jika ada waktu lagi akan saya tambahkan.

Andaikata Koya mau lebih serius seharusnya penggunaan bahasa asli dari aktor-aktris Vietnam yang terlibat tetap dipertahankan dengan tambahan subtitle Indonesia, bukan DUBBING ala film televisi atau sandiwara radio! Serius bung, anda malas sekali kreatif berupaya? Keotentikan itu padahal bisa jadi identitas unik sekaligus nilai tambah yang tidak dimiliki film lain. Permasalahannya bukan di dubbing aktor-aktris asing saja tetapi juga cast lokal kita sendiri terutama adegan di jalan-jalan Vietnam. Perhatikan gerak bibir yang tidak sinkron atau voice over tanpa memperlihatkan wajah pemain. Duh!

Duet Aziz Gagap dan Reymon Knuligh di pembuka dan penutup sangat tidak penting. Lelucon mereka basi dan tidak mampu mengangkat film lagi. Saya penasaran apakah Reymon menerima kontrak mati dari Nayato? Masih tak ada perubahan akting yang berarti dari Guntur dan Cinta. Lupakan Uli Auliani yang tampil dengan model dan warna rambut baru atau kembalinya Roger Danuarta di kancah perfilman layar lebar, aktor-aktris asli Vietnam setidaknya masih lebih sedap dipandang walaupun tidak diberikan porsi memadai untuk berbuat lebih baik dalam perannya masing-masing.

Ada Hantu Di Vietnam terbukti berkualitas buruk setengah hidup. Syuting kebutan tanpa formula anyar ini nyatanya cuma menghamburkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk perjalanan Vietnam-Jakarta. Setting rumah berhantu tidak memberikan nuansa horor yang relatif baru. Sama halnya dengan shot jalanan atau kota Ho Chi Minh dalam aksara Vietnam yang juga tidak istimewa. Semuanya tempelan belaka! Layaknya “predikat” yang sudah menempel pada Nayato/Koya whatever his name is, ia tak lagi ambil peduli. Show me the money. So, the show must go on!

Durasi: 

79 menit

Overall: 
6 out of 10

Movie-meter:

No comments:

Post a Comment