Showing posts with label chris messina. Show all posts
Showing posts with label chris messina. Show all posts

Friday, 17 December 2010

DEVIL : Terjebak Dalam Lift Permainan Iblis

Tagline:
Bad Things Happen For A Reason

Storyline:
Dibuka dengan narasi petugas security bernama Ramirez yang menceritakan dongeng masa kecilnya saat seorang pria tak dikenal nekad loncat dari atap gedung perkantoran. Setelah itu Detective Bowden pun mengusut TKP sebelum memutuskan kasusnya. Sementara itu lima orang yang tak saling mengenal yaitu Ben, Sarah, Vince, Jane dan Tony memasuki gedung dan menempati lift yang sama. Di luar dugaan, lift berhenti mendadak dan menyisakan perdebatan di antara mereka berlima. Selagi perbaikan menunggu, hal-hal aneh yang mengerikan terjadi dalam lift tersebut. Benarkah salah satu dari mereka adalah jelmaan iblis pencabut nyawa?

Nice-to-know:
Angka 666 yang seringkali diartikan simbol iblis juga muncul disini mulai dari nomor gedung 333 (666/2), nomor lift 6, dan berhenti di lantai 23 sampai 42 (2*3=6, 4+2=6).

Cast:
Chris Messina sebagai Detective Bowden
Logan Marshall-Green sebagai Tony
Jenny O'Hara sebagai Jane (Wanita Tua)
Bojana Novakovic sebagai Sarah
Bokeem Woodbine sebagai Ben
Geoffrey Arend sebagai Vince
Jacob Vargas sebagai Ramirez

Director:
John Erick Dowdle yang angkat nama lewat Quarantine (2008) kali ini juga bermain dalam film bergenre horor thriller.

Comment:
Nama M. Night Shyamalan bagi saya tetaplah sebuah misteri yang karya-karyanya seringkali overrated. Namun sejauh ini baru Lady In The Water yang benar-benar tidak saya sukai. Selebihnya masih dapat dinikmati terutama The Sixth Sense tentunya. Kredibilitasnya yang mulai turun kini coba dibangun kembali lewat proyek The Night Chronicles Trilogy yang akan berfokus pada adaptasi kisah-kisah horor klasik ke dalam situasi modern. Menarik bukan? Dan film inilah sebagai pembukanya.
Premis film ini cukup menarik dimana mengambil tema suspense, thriller, horror, drama sekaligus dengan jalinan cerita yang berbelit tetapi disajikan secara simpel dan mudah dicerna. Subplot utamanya seakan terbagi menjadi dua bagian yaitu di dalam dan di luar lift. Bagaimana orang-orang yang terjebak di dalam lift berusaha mengalahkan klaustrofobianya sekaligus bertahan hidup dari ancaman satu sama lain. Sedangkan pihak-pihak di luar lift sibuk melakukan evakuasi sekaligus investigasi terhadap fenomena apa yang sesungguhnya terjadi disitu. Kedua bagian ini saling kait-mengait pada akhirnya dan berujung pada satu twist yang pintar dan sukses menyimpulkan keseluruhan benang merah.
Beruntung Shyamalan tidak melibatkan dirinya lagi sebagai aktor cameo tetapi benar-benar berfokus pada penulisan cerita dan memproduserinya, salah satu skill terbaiknya untuk genre horor/thriller. Dan penunjukkan Erick Dowdle merupakan pilihan yang tepat untuk menyutradarainya. Bagaimana gaya film lawas Alfred Hitchcock disajikan dengan penggunaan musik latar yang tepat untuk membangun suasana mencekam dan juga rasa penasaran yang tinggi.
Para aktor-aktris yang bermain disini juga menunaikan tugasnya dengan baik. Lihat bagaimana Messina harus berdamai dengan masa lalunya yang menyedihkan untuk tetap fokus pada kegigihannya mengungkapkan kasus tanpa terpengaruh sudut pandang apapun. Atau Vargas yang memainkan intonasi suaranya sedemikian rupa sehingga terasa seperti storyteller anak-anak yang sendu. Marshall-Green, Woodbine, Novakovic memberikan emosi yang cukup baik sebagai pribadi-pribadi resah yang terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan.
Semakin sedikit anda mengetahui DEVIL maka akan semakin menikmati apa yang disuguhkan Shyamalan kali ini. Sama halnya seperti saya yang tergerak untuk menunggu episode-episode berikutnya. Bagaimana skrip yang demikian tidak terduga dan tidak klise berhasil menjaga intensitas yang sama hingga berujung pada klimaks yang menarik. Dengan biaya produksi yang tidak tinggi serta durasi yang cukup singkat bisa jadi jalan kembali Shyamalan ke jajaran filmmaker yang patut diperhitungkan terutama dalam genre seperti ini.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$33,583,175 till mid Nov 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Monday, 5 April 2010

JULIE & JULIA : Dua Wanita Inspiratif Jago Masak

Quotes:
Paul Child-What is it you REALLY like to do?
Julia Child-Eat!

Storyline:
Sang legenda kuliner, Julia Child menyediakan resep baru bagi seorang pegawai yang frustasi, Julie Powell lewat sebuah buku dan acara televisi. Pada akhirnya Julie benar-benar terinspirasi dan menyelesaikan 524 resep dalam waktu 365 hari sekaligus memperkenalkan generasi baru keajaiban masakan Perancis. Semua itu berkat dukungan suami dan kucingnya di apartemen tercinta mereka. Blog yang ditulisnya pun semakin digemari orang-orang yang mendorongnya mendapat banyak tawaran menulis dari puluhan editor terkenal. Bagaimana kehidupan seorang Julia sendiri? Dan bagaimana hal tersebut dapat memacu Julie untuk membenahi hidupnya yang semula membosankan?

Nice-to-know:
Sesungguhnya Meryl Streep hanya bertinggi 5 kaki 6 inci dan dibantu oleh trik kamera untuk membuatnya terlihat seperti Julia Child asli yang bertinggi 6 kaki 2 inci!

Cast:
Kedua kalinya memerankan karakter bernama Julia sejak debut aktingnya dalam Julia (1977), Meryl Streep meraih nominasi Oscar 2010 kategori Aktris Utama Terbaik lewat film ini.
Pertama kali mendapat nominasi Oscar 2006 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Junebug (2005), Amy Adams memangkas rambutnya untuk menjadi seorang Julie Powell, karyawati customer care yang stress luar biasa menghadapi keluhan pelanggan hingga menikmati waktu sepulang kerja dengan memasak!

Director:
Pertama kali meraih nominasi Oscar Best Screenplay bersama Alice Arlen lewat Silkwood (1984), Nora Ephron merupakan satu dari sedikit sutradara wanita senior di kancah Hollywood.

Comment:
Diangkat dari kisah nyata dimana buku berjudul "Mastering the Art of French Cooking" benar-benar ada dalam beberapa volume di tahun 1970an! Plotnya sendiri mengenai kehidupan dua wanita di tempat yang berbeda dan tidak saling mengenal. Streep bermain cemerlang seperti biasa dengan aksen Perancis dan bahasa tubuhnya sebagai koki handal. Meski sedikit kalah kelas, Adams juga sudah berusaha keras berakting sebagai pegawai yang tertekan dan berusaha konsisten dengan hobi barunya yang inspiratif. Chemistry masing-masing mereka dengan Tucci dan Messina juga terlihat natural dan manis. Sang sutradara Ephron rasanya terlalu berfokus pada karakter Julie, nyaris 90% dari durasi film menceritakan aktifitasnya. Apakah itu siasatnya untuk memotong bagian dalam bukunya yang banyak bertutur tentang sudut pandang Julia dan aktifitasnya bersama teman-temannya yang dirasa tidak terlalu penting? Akhir kata, Julie & Julia mungkin akan membosankan bagi penonton awam, kelezatan masakan tidak terlalu ditampilkan secara gamblang tetapi konsep dan semangatlah yang dikedepankan. Apakah anda akan menggemari selera makanan Perancis selayaknya banyak penduduk Amerika yang terobsesi setelah menyaksikannya?

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$94,125,426 till Nov 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!