Quotes:Mickey Ward: I'm the one who's fighting. Not you, not you, and not you.
Storyline:Dickie Ecklund pernah menjadi petinju kebanggaan Massachussets. Hal tersebut yang memberatkan Micky Ward sebagai saudara sekaligus sparring partnernya. Namun Dickie terjatuh dalam kecanduan dan kekerasan yang menjebloskannya ke penjara. Saat itulah, Micky meminta Sal untuk melatihnya dan mengantarnya meraih berbagai kemenangan. Dukungan dari sang kekasih Charlene dan keluarganya akhirnya membawa Micky ke partai puncak perebutan gelar juara dunia melawan Shea Neary. Bertepatan dengan kebebasan Dickie yang juga bertekad membantu Micky menang. Akankah tim yang juga satu keluarga ini mampu keluar sebagai jawara pada akhirnya?Nice-to-know:Menggantikan Matt Damon dan Brad Pitt yang sempat menjadi kandidat, Christian Bale dikabarkan kehilangan berat badan untuk menggambarkan sosok Dickie Ecklund yang sangat kurus dengan cara makan sangat sedikit.Cast:Mark Wahlberg memulai debutnya dengan nama Marky Mark dalam serial televisi The Substitute (1993). Kali ini ia bermain sebagai Micky Ward.Menguruskan badan demi peran Dickie Ecklund, Christian Bale pernah melakukan hal serupa dalam The Machinist (2004).Amy Adams sebagai Charlene Fleming.Melissa Leo sebagai Alice WardJack McGee sebagai George WardDirector:Karya perdana David O’Russell adalah feature film Spanking the Monkey di tahun 1994 yang lalu.Comment:Jika anda menyebutkan Rocky atau Million Dollar Baby sebagai film bertemakan tinju sebagai favorit, maka kita memiliki pendapat yang sama. Keduanya mewakili gender yang berlawanan tetapi dikemas sebagai tontonan yang sangat manusiawi dimana perjuangan mencapai cita-cita memang tidak mudah termasuk bagi mereka yang menekuni salah satu cabang olahraga.Kali ini gaya penyutradaraan Russell bolehlah diacungi jempol. Bagaimana teknik kameranya bergerak bebas, lepas selayaknya kamera tangan tetapi tetap menghasilkan kualitas gambar yang mumpuni. Setiap scene yang direkam seperti menangkap energi dan atmosfer yang disuguhkan film. Skrip yang disusun oleh Scott Silver, Paul Tamasy dan Eric Johnson juga diterjemahkannya dengan baik menciptakan layer demi layer yang mampu mengedepankan kekuatan para karakternya.Rasanya Bale akan mampu menggenggam Piala Oscar tahun ini lewat peran Dickie disini. Ia adalah seorang aktor bertotalitas tinggi dan bahasa tubuhnya yang cukup “aneh” sudah cukup berbicara banyak apalagi penampilan fisiknya yang dipoles sedemikian rupa. Sedangkan Wahlberg lumayan tampil maksimal sebagai Micky dimana gaya bertarungnya sebagai petinju amatir yang baru bersinar di usia yang tidak muda lagi cukup meyakinkan ditambah dengan permainan emosi yang terasa wajar.Penonton tidak akan ditipu mentah-mentah dari segi teknik bertinju disini. Tidak ada shot yang terlalu lama dalam satu pertandingan tetapi sudah cukup menampilkan aroma persaingan yang demikian kental. Saya lebih suka seperti ini dibandingkan harus mendramatisasi ataupun terlalu berusaha menyuguhkan sesuatu yang kelewat professional. Penempatan kamera di berbagai sudut berhasil menangkap keseluruhan termasuk spontanitas maupun kesalahan yang terjadi. Toh hal ini malah terkesan realistis yang sangat positif.The Fighter mungkin berkisah biasa-biasa saja tetapi tidak diceritakan secara biasa. Kekuatan utama terletak pada penyutradaraan dan castingnya. Menarik melihat semua tokoh di film ini bergantian mengambil alih scene dengan adu argumen di antara Micky, Dickie, Charlene, Alice, George dsb yang rata-rata sangat umum terjadi dalam kehidupan lingkungan keluarga sehari-hari. Anda akan merasakannya!Durasi:110 menitU.S. Box Office:$85,632,024 till mid Feb 2011Overall:8 out of 10Movie-meter:
Tagline:There is no evidence. There are no witnesses. But for one, there is no doubt.
Storyline:Paroki St. Nicholas pada tahun 1964 di Bronx, pendeta karismatik Father Flynn berusaha menerapkan aturan yang berbeda dari yang sudah terbentuk oleh Sister Aloysius Beauvier. Kepala sekolah wanita ini terlalu percaya pada kekuatan ketakutan dan kedisiplinan dalam mendidik murid-muridnya yang perlahan mulai membangkang. Masuknya siswa kulit hitam pertama bernama Donald Miller semakin menimbulkan kekisruhan yang berbuntut pada kecurigaan Sister Aloysius akan perilaku menyimpang Father Flynn. Sister James yang masih muda dan belum berpengalaman semakin bingung menentukan sikap di antara keduanya. Benarkah tuduhan tersebut dapat mencoreng nama paroki terkait sekaligus memecat Donald sebagai Putra Altar?Nice-to-know:John Patrick Shanley sempat menawarkan peran Sister James kepada Natalie Portman tetapi menolaknya. Sebaliknya Oprah Winfrey tertarik peran Mrs. Miller tetapi sang sutradara menolaknya tanpa memberi kesempatan samasekali.Cast:Tak banyak yang tahu bahwa Meryl Streep pernah mengisi suara dalam The Ant Bully (2006). Kali ini ia bermain sebagai Sister Aloysius Beauvier yang konservatif dan penuh rasa curiga.Pernah memenangkan Oscar kategori Aktor Terbaik lewat Capote (2005), Philip Seymour Hoffman berperan sebagai Father Brendan Flynn yang mendapat tantangan berat.Terakhir kali mendukung Miss Pettigrew Lives for a Day (2008), Amy Adams kebagian tokoh simpatik Sister James.Carrie Preston sebagai Christine HurleyJohn Costelloe sebagai Warren HurleyLloyd Clay Brown sebagai Jimmy HurleyJoseph Foster sebagai Donald Miller (as Joseph Foster II)Director:Sejauh ini baru film kedua bagi John Patrick Shanley setelah Joe Versus the Volcano (1990) yang juga ditulisnya sendiriComment:Nilai jual utama film ini adalah aktor-aktris utamanya yaitu Meryl Streep dan Phillip Seymour Hoffman yang sama-sama berkaliber Oscar. Dan mereka memenuhi harapan tersebut dengan menyajikan akting yang brilian dengan pertukaran dialog yang menarik. Salah satunya adalah menjelang ending dimana terjadi percakapan lebih kurang 10 menit antara Sister Aloysius dan Father Flynn yang sangat menguras emosi mulai dari kemarahan dan keangkuhan yang berbaur sempurna dengan pendakwaan dan pembelaan diri. Bagaimana hubungan mereka terus berkembang dari berusaha saling adaptasi dari cara yang normal hingga menjadi ketidak sukaan yang saling bertentangan.Penulis sekaligus sutradara Shanley bekerja dengan efektif dalam menjaga plot cerita agar tetap menarik dengan setting Paroki yang kaku sunyi yang mendukung serta penokohan yang simple tetapi sangat menggigit itu. Peran Adams sebagai supporting character juga cukup efektif, sedikit mewakili karakter penonton yang netral di antara hitam dan putih. Jelas sebuah kinerja tim yang pantas sekali dilirik para juri ajang penghargaan manapun di tahun 2008 itu.Konflik yang dihadirkan dalam Doubt memang cenderung sensitif dan controversial. Namun semua itu disampaikan dengan cara yang halus tetapi tidak kehilangan ketajamannya dalam bercerita. Sebuah contoh dimana setiap manusia memiliki sudut pandang dan harga diri tersendiri yang terkadang dituntut untuk mempertahankannya sampai titik tertentu tanpa peduli konsep benar salah yang mendasarinya. Film ini memberikan contoh yang teramat realistis untuk kasus tersebut.Durasi:100 menitU.S. Box Office:$33,422,556 till April 2009Overall:8 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Quotes:Anna-You fried my blackberryDeclan-You fried the whole village!
Storyline:Berkarier sebagai penata apartemen, Anna Brady berharap-harap cemas saat kekasihnya yang kardiologis, Jeremy mengajak makan malam di restoran mewah yang diduga akan melamarnya. Namun harapan sirna karena Jeremy hanya membelikannya giwang dan berencana melakukan dinas ke Dublin. Mendengar ada tradisi di Dublin dimana seorang wanita bisa melamar pria setiap tanggal 29 Februari alias tahun kabisat, Anna nekad terbang kesana. Sayangnya karena cuaca buruk, ia mendarat di Wales dan penerbangan ke Dublin terpaksa ditutup. Mencari cara untuk pergi kesana, Anna malah berjumpa pemuda setempat, Declan yang setuju mengantarnya dengan sejumlah bayaran. Perjalanan panjang itu membuat dua orang asing tersebut saling mengenal. Benarkah Jeremy merupakan jodoh yang dinantikan Anna sesungguhnya?Nice-to-know:Bar Declan yang bernama "Caragh" dalam bahasa Gaelic berarti "Tersayang".Cast:Karir akting layar lebarnya dimulai lewat Drop Dead Gorgeous (1999) dan Amy Adams disini kebagian peran Anna Brady, wanita mandiri yang menginginkan cinta yang stabil dalam hidupnya.Angkat nama setelah berduet dengan Mandy Moore dalam Chasing Liberty (2004), Matthew Goode bermain sebagai Declan, pemuda cuek yang tidak terlalu mempercayai kekuatan cinta.Beberapa kali mendukung serial teve ternama seperti E.R, NYPD Blue, Party Of Five dsb membawa Adam Scott mendapatkan karakter Jeremy yang ambisius dan praktis.Director:Anand Tucker memulai debut penyutradaraannya lewat Saint-Ex (1996).Comment:Entah sudah beberapa banyak komedi romantis yang memanfaatkan Inggris Raya dan sekitarnya sebagai latar belakang? Harus diakui suasana, view dan tradisinya sangat kuat sehingga tidak heran menyimpan daya tarik tersendiri untuk sebuah percintaan. Film ini adalah salah satunya dan Tucker yang sebenarnya belum banyak berpengalaman sebagai sutradara berjudi cukup aman disini dengan memanfaatkan formula-formula baku nan standar.Dari segi cast pemasangan Adams dengan Goode terasa sedikit miscasting, belum lagi ditambah kehadiran Scott yang terkesan melengkapi saja. Mengapa saya katakan demikian? Adams merupakan salah satu newest America’s sweetheart yang pernah sukses dengan genre sejenis belakangan ini, lihat daya tarik kecerobohan yang jenaka dan kenaifannya yang menggemaskan disini. Sedangkan Goode hanyalah satu dari sekian aktor Inggris yang belum berhasil di Amerika. Namun toh keduanya berbagi chemistry yang cukup menyenangkan disini.Plot penemuan pelabuhan hati yang lain saat menunggu kepastian cinta dari sang kekasih kembali dibentangkan menjadi konflik yang harus diselesaikan. Proses ke arah sana seringkali melibatkan riak pertengkaran, penolakan, kebimbangan dan kesalahpahaman. Itulah yang akan selalu dinantikan penonton penyuka genre ini terutama wanita. Dan Leap Year yang mengangkat tradisi unik tahun kabisat ini tetaplah sebuah hiburan yang manis dan nyaman untuk dinikmati tanpa banyak embel-embel yang berlebihan. Bukankah cinta memang harus seperti itu?Durasi:95 menitU.S. Box Office:$25,893,485 till end of Feb 2010.Overall:7.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Quotes:Paul Child-What is it you REALLY like to do?Julia Child-Eat!
Storyline:Sang legenda kuliner, Julia Child menyediakan resep baru bagi seorang pegawai yang frustasi, Julie Powell lewat sebuah buku dan acara televisi. Pada akhirnya Julie benar-benar terinspirasi dan menyelesaikan 524 resep dalam waktu 365 hari sekaligus memperkenalkan generasi baru keajaiban masakan Perancis. Semua itu berkat dukungan suami dan kucingnya di apartemen tercinta mereka. Blog yang ditulisnya pun semakin digemari orang-orang yang mendorongnya mendapat banyak tawaran menulis dari puluhan editor terkenal. Bagaimana kehidupan seorang Julia sendiri? Dan bagaimana hal tersebut dapat memacu Julie untuk membenahi hidupnya yang semula membosankan?Nice-to-know:Sesungguhnya Meryl Streep hanya bertinggi 5 kaki 6 inci dan dibantu oleh trik kamera untuk membuatnya terlihat seperti Julia Child asli yang bertinggi 6 kaki 2 inci!Cast:Kedua kalinya memerankan karakter bernama Julia sejak debut aktingnya dalam Julia (1977), Meryl Streep meraih nominasi Oscar 2010 kategori Aktris Utama Terbaik lewat film ini.Pertama kali mendapat nominasi Oscar 2006 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Junebug (2005), Amy Adams memangkas rambutnya untuk menjadi seorang Julie Powell, karyawati customer care yang stress luar biasa menghadapi keluhan pelanggan hingga menikmati waktu sepulang kerja dengan memasak!Director:Pertama kali meraih nominasi Oscar Best Screenplay bersama Alice Arlen lewat Silkwood (1984), Nora Ephron merupakan satu dari sedikit sutradara wanita senior di kancah Hollywood.Comment:Diangkat dari kisah nyata dimana buku berjudul "Mastering the Art of French Cooking" benar-benar ada dalam beberapa volume di tahun 1970an! Plotnya sendiri mengenai kehidupan dua wanita di tempat yang berbeda dan tidak saling mengenal. Streep bermain cemerlang seperti biasa dengan aksen Perancis dan bahasa tubuhnya sebagai koki handal. Meski sedikit kalah kelas, Adams juga sudah berusaha keras berakting sebagai pegawai yang tertekan dan berusaha konsisten dengan hobi barunya yang inspiratif. Chemistry masing-masing mereka dengan Tucci dan Messina juga terlihat natural dan manis. Sang sutradara Ephron rasanya terlalu berfokus pada karakter Julie, nyaris 90% dari durasi film menceritakan aktifitasnya. Apakah itu siasatnya untuk memotong bagian dalam bukunya yang banyak bertutur tentang sudut pandang Julia dan aktifitasnya bersama teman-temannya yang dirasa tidak terlalu penting? Akhir kata, Julie & Julia mungkin akan membosankan bagi penonton awam, kelezatan masakan tidak terlalu ditampilkan secara gamblang tetapi konsep dan semangatlah yang dikedepankan. Apakah anda akan menggemari selera makanan Perancis selayaknya banyak penduduk Amerika yang terobsesi setelah menyaksikannya?Durasi:120 menitU.S. Box Office:$94,125,426 till Nov 2010Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!