Showing posts with label aurellie moremans. Show all posts
Showing posts with label aurellie moremans. Show all posts

Friday, 1 October 2010

SWEETHEART : Potret Kontras Dunia Remaja Putri

Quotes:
Imel: Gimana caranya mereka masih mau sama gue kalo gue udah dipake??

Storyline:
Berat hati, Nina terpaksa pindah ke sekolah dan lingkungan tempat tinggal yang baru mengikuti ibunya Cynthia yang baru saja dinikahi secara siri oleh seorang pengusaha kaya. Kemudian Nina berkenalan dengan cowok tampan bernama Irwan yang juga tinggal di sekitar situ. Di sekolah Nina juga berteman dengan Misha yang terobsesi menjadi anggota geng Sweetheart yang paling populer disana. Geng ini beranggotakan Imel, Fifi dan Cherry sebetulnya bukan panutan yang baik. Mereka senang berfoya-foya, dugem, mabuk-mabukan bahkan melakukan seks bebas. Imel yang paling dominan diantara ketiganya mengalami guncangan batin saat diputuskan oleh Jodi yang juga vokalis band tenar. Sayangnya sakit hati Imel lalu dilampiaskan kepada Nina lewat serangkaian "penyiksaan". Batin Nina hancur tetapi ia harus bangkit berdiri dan melakukan apa yang terbaik bagi dirinya dan lingkungan barunya itu.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Virgo Putra Film dan diproduseri oleh Ferry Angriawan.

Cast:
Marcel Chandrawinata sebagai Irwan
Aurellie Moeremans sebagai Nina
Sabai Morscheck sebagai Imel
Joanna Alexandra sebagai Cherry
Sheila Thohir sebagai Fifi
Ayu Azhari sebagai Cynthia
Ivan Ray sebagai Jodi

Director:
Merupakan film kedua bagi Hanny R. Saputra di tahun 2010 ini setelah Sst.. Jadikan Aku Simpanan di bulan Januari lalu.

Comment:
Prolog film ini seperti ada di pertengahan sesuatu. Kita tidak tahu siapa Nina yang lugu ataupun trio populer berlakuan negatif Sweetheart yang beranggotakan Imel, Fifi dan Cherry. Latar belakang keempatnya tidak disinggung samasekali. Hal yang sesungguhnya sangat penting bagi audiens untuk dapat menyelami karakterisasi tokoh-tokoh utama itu. Yang ada narasi berjalan terus merekam berbagai polah tingkah keempat remaja putri tersebut dengan alur linier. Konflik demi konflik terus dijejali kalau tidak mau disebut berlebihan. Namun harus diingat kembali, ini adalah film remaja yang menyimpan misi edukasi tersendiri.
Sutradara Hanny menyajikan sinematografi yang teduh dengan pemilihan warna-warni lembut yang menarik. Kepiawaiannya menyajikan drama yang baik memang tidak bisa dipungkiri seperti yang pernah diperlihatkannya dalam Heart. Momen-momen bold yang menohok emosi ditampilkan secara gamblang. Penampilan Sabai yang meledak-ledak sebagai gadis pembangkang cukup mampu membuat penonton berantipati padanya. Sebaliknya Aurellie tampil kalem tetapi persuasive. Kedua karakter yang bertolak belakang itulah yang menjadi nilai jual utama film ini. Kehadiran Marcell, Joanna, Ayu dll hanya terkesan sebagai pelengkap belaka dan tidak ada alasan yang kuat untuk membuat mereka beerimprovisasi disini.
Jika anda bisa memaafkan letusan peluru yang terjadi di awal, niscaya Sweetheart akan menjadi tontonan yang memenuhi standar kualitas sebuah film. Terlepas dari klise dan predictable endingnya, saya menganggap film ini masih layak untuk ditonton. Nilai-nilai persahabatan yang berpadu dengan peran orangtua dalam menanamkan pendidikan moral sejak dini memang bagian terpenting dalam pertumbuhan seseorang yang beranjak remaja. Bukankah masa depan dan pilihan dalam hidup ditentukan dari fase tersebut?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Tuesday, 27 July 2010

D'LOVE : Konflik Cinta Segitiga Petarung Jalanan

Storyline:
Kecewa atas kenyataan ayahnya kaya raya karena korupsi, Elmo memilih untuk meninggalkan rumah dan menjadi petarung jalanan demi menyambung hidup. Meski demikian, ia tetap bersekolah dengan alasan sesungguhnya bisa dekat dengan April, gadis berbakat menjadi pianis yang berayahkan seorang gay bernama Baskara. Selain April ada juga Neina yang sangat mengerti pribadi Elmo dan sebenarnya mencintainya juga. Semakin lama Elmo semakin terjerumus dalam pertarungan liar yang membuatnya dekat dengan Bocor, bocah jalanan yang selalu setia memberikan dukungan. Bagaimana konflik cinta segitiga Elmo-April-Neina tersebut dapat terselesaikan?

Nice to know:
Diproduksi olek Bintang Timur Films & Dreamcatcher Pictures dan gala premierenya dilakukan di Planet Hollywood 27 Juli yang lalu.

Cast:
Baru saja membintangi Jinx yang kurang bergaung itu, Aurelie Moeremans kembali sebagai April yang pandai bermain piano.
Terakhir bermain dalam Taring, Rebecca Reijman disini didaulat sebagai Neina yang terpaksa menjual diri demi membiayai pengobatan neneknya.
Debut Agung Saga sebagai Elmo, petarung jalanan yang lari dari rumah yang menawarkan kemewahan.
Ahmad Albar sebagai Baskara.
Rizky Adrianto sebagai Bocor.
Shierly Rushworth sebagai Susan.

Director:
Helfi Kardit yang terakhir menggarap The Sexy City kali ini selain menyutradarai juga memproduseri bersama Fanny Nasry.

Comment:
Dari premis awal yang disajikan sebetulnya memiliki potensi yang baik untuk menjadi drama yang tergarap secara maksimal. Namun semua terasa mentah di tangan penulis Amorita dan diperparah dengan terjemahan dari Helfi. Yang patut saya puji dari kinerja Helfi adalah sinematografi yang cukup konsisten sepanjang film, terlepas dari itu masih minus besar. Seluruh konflik utama maupun tambahan yang disajikan seakan berlomba-lomba untuk jadi yang terpenting dan pada akhirnya serba tanggung dan tidak benar-benar terangkat ke permukaan. Apa penyebab konflik tersebut dan bagian penyelesaiannya menjadi tidak ada garis batas sama sekali. Seakan penonton diajak naik ke puncak tetapi tidak benar-benar sampai ke puncak dan malahan dipaksa turun dengan gerutu dan kening berkerut di wajah mereka. Hal tersebut juga yang menggagalkan performa trio Aurellie, Rebecca, Agung. Jangan salahkan mereka. Di beberapa scene, Agung terlihat meyakinkan sebagai petarung jalanan yang tangguh sekaligus terluka batinnya. Interaksinya dengan Rizky terlihat natural tetapi karakter Bocor itu sendiri seakan penting tidak penting. Aurelie juga menampilkan kehidupan yang tidak bahagia yang ditutupinya dengan bermain piano dan mencari sosok lain yang dapat menggantikan ayahnya. Belum lagi Rebecca yang harus menjalani sesuatu terpaksa dan memendam perasaannya sendiri. Tetapi saya tekankan sekali lagi, karakterisasi mereka bertiga seakan tidak ada artinya karena konsistensi skrip yang tidak maksimal. Alhasil D'Love lebih merupakan potongan dokumenter kehidupan remaja-remaja bermasalah daripada sebuah film secara utuh dari segala elemen di dalamnya. Sayang sekali!

Durasi:
75 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Thursday, 4 February 2010

JINX : Gadis Pembawa Sial Orang-Orang Sekitar

Storyline:
Tidak direstui hubungannya bersama Jono oleh kedua orangtuanya dengan alasan sama-sama melarat membuat Shanti nekad lari dari rumah dan akhirnya memutuskan bunuh diri dengan terjun dari gedung tinggi. Namun bukan kematian yang menjemput karena ia keburu diselamatkan, tetapi kesialan yang disebabkannya menjalar kemana-mana, ke orang-orang di sekitarnya baik yang dikenal ataupun tidak. Bagaimana nasib hubungan Shanti dan Jono pada akhirnya? Apakah kesialan tersebut akan berhenti sampai disitu atau justru awal dari semuanya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh perusahaan baru Skylar Pictures dan diluncurkan pertama kali lewat jumpa pers di Cafe Casa, Kemang.

Cast:
Pendatang baru Aurellie Moeremans didaulat sebagai Shanti, gadis rapuh yang mudah putus asa.
Pernah mendukung Mas Suka Masukin Aja, Ferdi sebagai Jono.
Sederet aktor-aktris lawas seperti Ray Sahetaphy, Yurike Prastika, Him Damsyik, Hengky Solaiman turut mendukung film ini.

Director:
Pendatang baru di kursi sutradara adalah Muhammad Yusuf yang dipercaya oleh produser Sarjono Sutrisno.

Comment:
Genre dark comedy mungkin belum banyak disentuh sineas lokal. Inilah yang coba dijual sang penulis Jazzy Mu dalam menulis ceritanya. Tema yang diusung sebenarnya unik tetapi sayangnya masih banyak alasan tidak logis yang mendasari film ini terutama perjalanan hidup karakter utamanya selaku sentral cerita. Dari segi cast, hadirnya bintang-bintang senior turut memberikan warna tersendiri walau kontribusinya tidak mampu mengangkat film juga. Aurellie dan Ferdi bermain cukup natural sebagai orang miskin tetapi tidak banyak eksplorasi yang diberikan. Minimnya pengalaman sang sutradara juga patut dicermati sehingga dari segi penggarapan terkesan mediocre, apalagi kamera juga terasa berlari-lari di sepanjang film. Dari segi humor hitam yang berusaha ditampilkan terkadang berhasil memberikan kesan sarkastis lucu, selayaknya apa yang biasa ditawarkan film sejenis dari negeri ginseng. Namun secara keseluruhan frase "jinx" hanyalah tempelan belaka, tanpa menghasilkan konklusi apapun termasuk endingnya yang antiklimaks dan terselesaikan begitu saja.

Durasi:
100 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!