Showing posts with label josh hutcherson. Show all posts
Showing posts with label josh hutcherson. Show all posts

Sunday, 9 December 2012

RED DAWN : Guerillas Movement For Patriotic Unnecessary Remake


Quote:
Jed Eckert: Marines don't die, they go to hell and regroup.
  
Nice-to-know: 

Chris Hemsworth dan Isabel Lucas berkencan di kehidupan nyata dan sama-sama membintangi soap opera Australia "Home and Away".

Cast: 
Chris Hemsworth sebagai Jed Eckert
Josh Peck sebagai Matt Eckert
Josh Hutcherson sebagai Robert Kitner
Adrianne Palicki sebagai Toni Walsh
Isabel Lucas sebagai Erica Martin
Connor Cruise sebagai Daryl Jenkins


Director: 
Merupakan debut penyutradaraan Dan Bradley yang sebelumnya lebih banyak berkecimpung sebagai stunt coordinator sejak tahun 1983.

W For Words: 
Pada tahun 1984 terdapat sebuah film bertajuk Red Dawn yang dibintangi oleh Patrick Swayze, C. Thomas Howell dan Lea Thompson. Genre action yang disutradarai oleh John Milius itu pada akhirnya sukses meraup pendapatan lebih dari empat kali pengeluarannya hanya di Amerika Serikat saja. Siapa nyana jika lebih dari satu dekade kemudian Contrafilm, Metro-Goldwyn-Mayer dan Vincent Newman Entertainment berpikiran untuk meremakenya dengan bintang-bintang masa kini. Satu pertanyaan besar adalah seberapa jauh perombakan skrip dalam penyesuaiannya dengan jaman modern?

Mantan anggota angkatan laut, Jed Eckert baru saja kembali ke rumah tapi bersitegang dengan adiknya yang masih duduk di bangku SMU Matt hingga ditengarai sang ayah Tom yang juga berjiwa keras. Suatu malam, kota kecil Spokane tempat tinggal mereka mendadak diserang pasukan tentara Korea Utara sehingga Pemerintah segera memberlakukan peraturan militer bagi warganya. Kakak beradik itu tak tinggal diam dan mengajak kawan-kawannya mengadakan perlawanan di bawah nama “The Wolverines” yang segera memancing amarah Kapten Lo yang kejam. 

Carl Ellsworth dan Jeremy Passmore tampaknya tidak memberi banyak perubahan pada skrip asli milik Kevin Reynolds dan John Milius selain penekanan pada hubungan abang adik Jed-Matt yang lebih kuat dan perpindahan Calumet, Colorado ke Spokane, Washington. Satu hal yang terlupakan adalah fakta bahwa Perang Dingin sudah lama berlalu. Jika demikian mengapa rasisme antar bangsa masih cukup kental? Hal ini terlihat dari figur Kapten Korea Utara, ayah Afro Amerika yang pembelot dan Jenderal Rusia dengan maksud tertentu yang mulai muncul sejak pertengahan film. 

Latar belakang sutradara Bradley jelas berguna dalam merekonstruksi sekuens aksi seru yang bertebaran di sepanjang film ini. Sayangnya kelemahan narasi masih cukup terasa disana-sini sehingga berbagai faktual menjadi terabaikan. Aksi The Wolverines memang believable tapi kemampuan memperdaya pasukan tentara yang jauh lebih berpengalaman jelas patut dipertanyakan. Belum lagi persiapan minim dengan perbekalan seadanya, bagaimana mereka bisa bertahan hidup? Penggunaan CGI nya tergolong amatir walau tidak sampai konyol sekali.

Hemsworth secara dominan mampu menegaskan kepemimpinannya, terima kasih pada beberapa judul blockbuster Hollywood yang sudah mengangkat namanya.  Sesungguhnya Peck menerima peran menantang dimana transformasi karakter Matt dari awal hingga akhir begitu kentara dan ia memperlihatkan potensinya. Chemistry keduanya menjadi aspek yang paling menarik dalam film. Duet Hutcherson dan Cruise juga lumayan kompak sebagai pendukung yang mampu mencuri perhatian. Kemunculan Dean Morgan di pertengahan terasa sebagai cameo belaka.

Mungkin Red Dawn sebaiknya tidak perlu diproduksi kembali apalagi sampai dipresentasikan kepada publik. Bukan drama perang inspiratif melainkan propaganda action akan sebuah patriotistik Amerika Serikat yang kental. Sulit rasanya untuk percaya bahwa di masa seperti sekarang ini, hal serupa dapat terjadi di luar sana. Tidak ada salahnya apabila anda berandai-andai menempatkan diri pada posisi mereka untuk benar-benar dapat terikat pada film secara keseluruhan. It’s a pure entertainment holiday season movie but doesn’t come up with something special that will be remembered for long time.

Durasi: 
93 menit 

U.S. Box Office: 

$31,272,953 till Dec 2012 

Overall: 

7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Thursday, 22 March 2012

THE HUNGER GAMES : Hungry Young Souls Against Autocracy













Quotes:
Haymitch Abernathy: This is the time to show them everything. Make sure theyremember you.

Nice-to-know:
Pada tanggal 22 Februari, empat minggu sebelum rilis, Lionsgate mulai menjualtiket di muka. Tidak hanya berhasil memecahkan rekor per hari yang dicetak olehThe Twilight Saga: Eclipse sebelumnya tetapi mengumpulkan 83% dari total penjualanhari tersebut.

Cast:
Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen
Stanley Tucci sebagai Caesar Flickerman
Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark
Wes Bentley sebagai Seneca Crane
Willow Shields sebagai Primrose Everdeen
Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne
Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket

Director:
Merupakan film ketiga bagi Gary Ross yang pertama kali diawali olehPleasantville (1998).

W for Words:
Selepas 7 seri Harry Potter berakhir, wajar jika banyak pecinta film di seluruhdunia menantikan kehadiran franchise baru yang sedianya dapat selalu ditunggukelanjutannya. Harapan itu ada pada novel trilogy milik Suzzane Collins yangterdiri dari The Hunger Games, Catching Fire dan Mockingjay. Trailer seripertama yang sudah wara-wiri sejak akhir tahun lalu ini nyatanya suksesmemancing perhatian publik dimana skripnya digarap sendiri oleh Collins bersamasutradara Gary Ross yang juga dibantu oleh Billy Ray ini.
Capitol memilih sepasang remaja laki-laki dan perempuan dari 12 distrik untukberkompetisi dalam ajang The Hunger Games ke-74. Mengajukan diri sebagaipengganti adiknya Primrose yang terpilih, Katniss Everdeen harus meninggalkansahabatnya Gale untuk bergabung dengan Peeta Mellark. Mentor mereka adalahCinna dan Haymitch yang mengajarkan trik khusus agar mendapat simpati daripenonton sehingga mau memberikan sponsor yang mungkin saja mempengaruhi hasilakhir permainan yang tinggal menyisakan satu orang saja tersebut.

Premisnya mungkin akan lumayan brutal dalam bayangan anda. Namun sutradara Rossdengan cerdas memanipulasi berbagai aksi di antara para kontenstan untukmenyelamatkan rating Remaja yang disematkan pada film ini. Adegan kekerasanmemang terlihat di beberapa bagian tapi tidak eksplisit menampilkan darah.Sebaliknya sisi kemanusiaan turut ditekankan, dimana remaja-remaja ini seakanmenjadi tumbal para Pemerintah sehingga mengundang simpati siapapun yangmelihatnya.
Jennifer Lawrence pernah dinominasikan Oscar kategori Aktris Terbaik bukantanpa alasan. Ia mewakili kekuatan, ketakutan, kemauan hingga kelembutan hatiKatniss dengan penjiwaan yang baik. Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth jugamenjadi padanan yang seimbang bagi Lawrence meskipun nama tersebut belakangantidak terlalu dominan disini. Siapa yang tahu jika cinta segitiga ini akanbersemi pada sekuelnya di kemudian hari. Another Twilight wannabe perhaps?

Aktor-aktris pendukung yang sudah punya nama juga menuntaskan tugasnya denganmaksimal, sebut saja Stanley Tucci yang menggelikan sebagai presenter televisi Caesarlayaknya The Truman Show, Donald Sutherland yang mengerikan sebagai PresidenSnow, Woody Harrelson yang eksentrik sebagai mentor pemabuk Haymitch. Janganlupakan juga si menyebalkan Wes Bentley sebagai Seneca dan Elizabeth Banks yangtampil bak Lady Gaga sebagai Effie dengan make-up dan rambut warna-warninya.
Bagi yang sudah membaca bukunya niscaya akan menyukai perubahan minor dari Rossyang berhasil mempertajam narasi, apalagi suguhan musik T-Bone Burnett danJames Newton Howard yang semakin mengangkat semangat permainan itu sendiri.Sejujurnya saya belum menemukan sesuatu yang terlalu istimewa dari seri pertamanyaini walau mengakui adanya potensi besar di dalamnya untuk pengembangan yanglebih dalam di masa mendatang. Konsep “perburuan” yang terlalu berlarut-larutdengan “aturan” membunuh yang tidak biasa memang tak jarang membuat penontonmenguap ataupun mengernyitkan dahi. Beruntung jajaran cast dan eksekusi ciamikRoss masih menjadikan The Hunger Games tontonan yang berkelas dan memilikipesan moral di dalamnya. Yes, it’s us versus the government, hungry for justiceagainst hungry for autocracy!

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:.
$50,451,681 till Feb 2012

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sunday, 5 February 2012

JOURNEY 2 : THE MYSTERIOUS ISLAND Petualangan Pulau Misterius Siklus Alam


Tagline:
Believe the Impossible. Discover the Incredible.

Nice-to-know:
Merupakan sekuel Journey to the Center of the Earth yang sukses menembus angka lebih dari 100 juta dollar di Amerika Serikat saja pada tahun 2008 yang lalu.

Cast:
Josh Hutcherson sebagai Sean Anderson
Dwayne Johnson sebagai Hank Parsons
Vanessa Hudgens sebagai Kailani
Luis Guzmán sebagai Gabato
Michael Caine sebagai Grandfather
Kristin Davis sebagai Liz Anderson

Director:
Merupakan film kedua bagi Brad Peyton setelah Cats & Dogs : The Revenge of Kitty Galore (2010).

W for Words:

Journey to the Centre of the Earth adalah sebuah film fantasi keluarga yang menyenangkan dengan elemen-elemen kejutan memikat di dalamnya. Hasil box office di atas 100 juta dollar dianggap sudah cukup untuk meneruskan petualangan yang didasarkan oleh novel karangan Jules Verne tersebut. Trio penulis skrip Richard Outten, Brian Gunn dan Mark Gunn pun diutus untuk memindahkan setting film dari dasar ke bumi ke pulau misterius.
Sean Anderson menerima signal misterius di tengah lautan. Dibantu oleh kekasih ibunya, Hank Parsons lantas berhasil memecahkan teka-teki peta “Pulau Misterius” tempat hilangnya sang kakek. Berat hati, Sean bertandem dengan Hank menyewa helikopter butut Gabato yang mengajak putrinya Kailani turut serta. RIntangan badai dan tornado kemudian menghempaskan mereka ke sebulah pulau yang disinyalir sebagai Atlantis alias kota yang hilang. Petualangan apa yang akan ditemui Sean disana?

Sutradara Brad Peyton mengulangi apa yang dilakukannya dalam film terdahulu yaitu mengeksekusi plot cerita dengan seringan mungkin. Alhasil film ini lebih cocok bagi penonton muda tetapi kurang menggigit bagi penonton dewasa yang mendambakan kompleksitas lebih. Tampilan efek CGI nya memang lebih terasa dalam format 3D terlebih makhluk-makhluk fiksinya memiliki warna-warni yang amat memanjakan mata.
Satu hal yang saya cermati adalah chemistry ayah anak yang kurang tergali antara Dwayne Johnson dan Josh Hutcherson. Jangan salah, keduanya berakting baik secara invidivu tetapi ikatan emosionalnya tidak cukup menarik simpati penonton selayaknya apa yang tersaji lewat predesesornya. Michael Caine masih cukup ekstrim dan flamboyan sebagai sang kakek. Kehadiran si cantik Vanessa Hudgens memberikan nilai tambah tersendiri di samping sumbangsih Luis Guzman lewat gaya eksentriknya yang spontan.

Journey 2 The Mysterious Island yang dibuat dengan semangat petualangan lumayan berhasil membangun ketegangan di berbagai lini. Namun sayangnya semua terasa “textbook” dan pernah disaksikan sebelumnya melalui beberapa judul bergenre serupa. Tidak heran jika penonton tidak akan terlalu kagum lagi dengan visualisasi yang ada. Beruntung tempo film masih cukup pas untuk menyuguhkan setiap bagian secara efektif tanpa terkesan terlalu lambat ataupun terburu-buru. Mind the predictable plot to get you entertained through this one!

Durasi:
94 menit

U.S. Box Office:
$86,694,431 till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!