Showing posts with label joel edgerton. Show all posts
Showing posts with label joel edgerton. Show all posts

Sunday, 29 January 2012

THE THING : Transformasi Alien Ancaman Manusia


Tagline:
It's not human. Yet.

Nice-to-know:
Produser berhasil meyakinkan Universal Studios untuk membuat prekuel dari The Thing karya John Carpenter daripada meremakenya.

Cast:
Mary Elizabeth Winstead sebagai Kate Lloyd
Joel Edgerton sebagai Sam Carter
Ulrich Thomsen sebagai Dr. Sander Halvorson
Eric Christian Olsen sebagai Adam Finch
Adewale Akinnuoye-Agbaje sebagai Jameson

Director:
Merupakan debut penyutradaraan Matthijs van Heijningen Jr. yang sebelumnya hanya menangani film pendek.

W For Words:
Apabila anda berpikir film ini adalah remake John Carpenter’s The Thing (1982) yang ternama itu maka dugaan tersebut salah. Eric Heisserer, John W. Campbell Jr. lebih memilih mengerjakan skrip berdasarkan cerita pendek “Who Goes There?” yang mereka kembangkan ke dalam sebuah feature film. Temanya memang tidak jauh berbeda yaitu alien alias makhluk angkasa luar yang datang ke bumi dengan tujuan yang tidak baik tentunya.

Ilmuwan, Dr. Sander Halvorson mengundang mahasiswi paleontologis Kate Lloyd untuk melakukan ekspedisi ke daerah terpencil Antartika. Disanalah terdapat fosil alien yang membeku dalam lapisan es yang tebal yang juga menarik perhatian sekelompok peneliti ilmiah Norwegia yang menemukan kapal luar angkasa. Sesuatu yang diperkirakan telah mati ternyata mampu meneror dalam bentuk baru yang mematikan dan tidak terduga. Mereka yang tersisa harus bertahan hidup sekaligus melenyapkan makhluk tersebut sebelum berekspansi ke dunia nyata.
Matthijs van Heijningen Jr. berupaya setia dengan gaya John Carpenter, terlihat dari nuansa dinginnya area bersalju yang menjadi latar belakang, lorong lengang yang misterius dengan permainan musik latar yang mencekam dsb. Efek CGI mampu membuat transformasi makhluk-makhluk tersebut terlihat meyakinkan apalagi dalam bentuk yang tak kalah kreatif dalam menghadirkan kesadisan dan kengerian yang bertubi-tubi di sepanjang filmnya.

Tampilnya Mary Elizabeth Winstead sebagai peran utama cukup mengejutkan mengingat dalam The Thing (1982), keseluruhan tokoh utamanya adalah pria. Jika anda berpikiran terbuka mengenai hal ini seharusnya tidak menjadi masalah. Masih ada Edgerton, Thomsen dll yang tetap berupaya menghadirkan superioritas laki-laki dalam sains fiksi misteri ini. Toh semua plot dan subplot yang terpampang dalam skrip memang pada akhirnya bekerja dengan baik sebagai sebuah prekuel.
Meskipun banyak kritikus yang memberikan review buruk, saya tetap berpendapat The Thing adalah hiburan yang menggigit dengan ketegangan yang terjaga di setiap lininya. Prinsip “kill or be killed” juga tercipta disini sehingga tembakan dan ledakan menjadi menu utama yang tidak terhindarkan. Tanpa lupa menyebutkan permainan teka-teki “who is” dan “who isn’t” juga menarik untuk dibuktikan sendiri oleh anda yang kerapkali dapat terlompat dari tempat duduk.

Durasi:
103 menit

U.S. Box Office:
$16,907,450 till Nov 2011.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Saturday, 15 October 2011

WARRIOR : Bela Diri Campuran Drama Kakak Beradik

Quotes:
Paddy Conlon: The devil you know...
Tom Conlon: ...is better than the devil you don't.


Storyline:
Tommy Riordan adalah tentara Amerika yang melarikan diri dari medan perang setelah insiden yang menimpa rekan-rekannya putuskan menekuni seni bela diri campuran. Ia meminta ayahnya Paddy Conlon yang juga mantan petinju untuk melatihnya. Sementara itu, Brendan Conlon yang sudah hidup bahagia bersama istrinya Tess mengalami kesulitan finansial hingga nekad ikut serta dalam kejuaraan Sparta yang hanya diikuti 16 petarung terbaik dari seluruh dunia. Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang?

Nice-to-know:
Alternatif bagian pembuka film yang disyut di Moundsville State Prison, West Virginia yang memuat adegan karakter Tommy Riordan bertarung di dalam bui terpaksa dibuang dari film.

Cast:
Aktor Australia ini mulai dikenal luas sejak membintangi Star Wars: Episode II - Attack of the Clones (2002), Joel Edgerton bermain sebagai Brendan Conlon
Sebelumnya mencuri perhatian dalam Inception (2010), Tom Hardy berperan sebagai Tommy Conlon
Nick Nolte sebagai Paddy Conlon
Jennifer Morrison sebagai Tess Conlon
Frank Grillo sebagai Frank Campana
Kevin Dunn sebagai Principal Zito

Director:
Merupakan feature film kelima Gavin O’Connor sejauh ini yang diawali dengan Comfortably Numb (1995).

Comment:
MMA adalah akronim dari Mixed Martial Arts, sebuah ajang yang mempertemukan segala disiplin ilmu bela diri dalam sebuah kompetisi satu lawan satu. Tema yang juga mendasari beberapa film kelas B, sebut saja Bloodsports (1988) yang pernah melejitkan nama Jean Claude Van Damme atau yang terbaru Never Back Down (2008) yang dibintangi Sean Faris dan Cam Gigandet dimana fokus hanya terjadi pada pertarungan di arena itu sendiri.
Kini trio Gavin O'Connor, Anthony Tambakis dan Cliff Dorfman yang mengerjakan skripnya memang masih menggunakan formula yang tidak jauh berbeda tetapi memperkuat unsur drama sebagai latar belakang para tokohnya. Hasilnya? Sebuah drama action berkelas tapi tidak berlebihan yang mengkhususkan pada hubungan ayah-anak dan abang-adik di antara Paddy Conlon, Brendan Conlon dan Tommy Riordan. Belum lagi hubungan pelatih-murid dan suami-istri yang mendapat perhatian juga.

Hardy, Edgerton dan Nolte menyuguhkan performa maksimal. Nolte digambarkan sebagai pemabuk menyedihkan yang meratapi semua kesalahan masa lalunya. Adegan berdialog dengan Brendan atau Tommy terasa miris diikuti karena kolaborasi rasa penyesalan dan penolakan itu. Emosional tetapi tidak terkesan cengeng. Sedangkan sekuens Hardy dan Edgerton dihadirkan secara bergantian dengan kontradiktif, Tommy yang ekstrovert berbanding terbalik dengan Brendan yang introvert.

Sebagai sutradara, O’Connor berhasil menyatukan semua kepingan emosional yang tertangkap dari akting brilian para castnya. Mark Isham juga memberikan kontribusi musik latar yang luar biasa terlebih pada adegan closing yang bisa menghancurkan perasaan anda dalam sekejap. Sepintas sinematografi milik Masanobu Takayanagi akan mengingatkan anda pada The Fighter (2010) (kebetulan bertema serupa) yang membagi scenes dalam beberapa frame.
Porsi drama yang besar di paruh pertama film tidak membuat film ini membosankan karena penonton diajak untuk benar-benar mengenal Tommy dan Brendan Conlon. Sedangkan paruh kedua yang kental dengan aroma persaingan sukses menyajikan pertarungan yang terlihat natural dan meyakinkan. Sebagian dari para pemeran pendukung merupakan atlet fighting yang asli termasuk Koba, Mad Dog, Midnight dll. Tak ketinggalan dua komentator Bryan Callen dan Sam Sheridan yang ‘asyik’ beradu mulut!

Anda tidak perlu menyukai seni beladiri untuk jatuh cinta dengan film ini. Warrior adalah sebuah drama bro-mance yang nyaris sempurna. Contoh sebuah keluarga disfungsi dalam balutan maskulinitas bagaimana karakter Tommy dan Brendan menerjemahkan sakit hati mereka dengan caranya masing-masing. Tentukanlah pada siapa anda berpihak di antara keduanya. Kombinasi jantung berdebar-debar menyaksikan pertarungan seru dengan perasaan tercabik-cabik mengikuti penuturan konfliknya dalam durasi panjang bisa berefek samping menggenangnya air mata di pelupuk mata anda tanpa disadari. And the winner is..

Durasi:
140 menit

U.S. Box Office:
$13,427,854 till Oct 2011

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent