Showing posts with label carla gugino. Show all posts
Showing posts with label carla gugino. Show all posts

Tuesday, 2 August 2011

SUCKER PUNCH : Realitas Misi Pelarian Imajinatif

Quotes:
Sweet Pea: And finally. This question. The mystery of whose story it will be, of who draws the curtain. Who is it that chooses our steps in a dance? Who drives us mad, flashes us with whips, crowns us with victory when we survive the impossible? Who is it that tells all these things?


Storyline:
Gadis muda bernama Baby Doll terpaksa dikurung dalam RS mental oleh ayah dirinya yang penyiksa untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dalam 5 hari. Baby Doll lantas bertemu 4 gadis lainnya yaitu Sweet Pea, Rocket, Blondie, Amber dan menciptakan dunia fantasi sendiri untuk berencana keluar dari sana. Realitas antara kenyataan dan khayalan pun semakin samar dimana mereka membutuhkan 5 jenis barang untuk kabur sebelum High Roller yang ditakutkan datang menjalankan tugasnya.

Nice-to-know:
Film pertama Zack Snyder yang tidak didasarkan pada remake/adaptasi manapun juga.

Cast:
Aktris muda Australia ini mulai terkenal lewat Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004), Emily Browning berperan sebagai Baby Doll
Baru saja tampil dalam Limitless (2011), Abbie Cornish bermain sebagai Sweet Pea
Jena Malone sebagai Rocket
Vanessa Hudgens sebagai Blondie
Jamie Chung sebagai Amber
Carla Gugino sebagai Dr. Vera Gorski
Oscar Isaac sebagai Blue Jones

Director:
Feature film pertama Zack Snyder adalah Dawn of the Dead (2004).

Comment:
Bagi kalangan moviegoers seluruh dunia rasanya setuju jika menganggap Zack Snyder adalah sutradara revolusioner yang dimiliki Hollywood. Visualisasi yang ciamik selalu menjadi menu utama di setiap karya-karyanya, sebut saja 300 yang melegenda itu atau Watchmen yang sama-sama diangkat dari novel grafis. Tidak jika jika sebagian besar bujet dihabiskan untuk menata departemen yang satu ini demi kepuasan mata tentunya.
Plot ceritanya merupakan salah satu inovasi yang patut diacungi jempol. Bukan hanya originalitasnya tetapi juga keberaniannya memadukan fiksi, drama dan action sekaligus. Permasalahannya adalah Snyder tidak berhasil membuat penonton terintrusi ke dalam jalinan kisahnya yang seakan berpijak di antara khayalan dan kenyataan. Hal ini menyebabkan ketidakpedulian terhadap karakter mana yang survive or dead in the end.
Meski demikian para ladies disini sangat memanjakan mata. Browning, Cornish, Hudgens, Chung, Malone masing-masing memancarkan pesona yang berbeda-beda. Blonde, brunette, feminin, tomboy silakan tentukan pilihan anda. Kemahiran Baby Doll, Sweet Pea, Rocket, Blondie, Amber dalam “beraksi” disini sangat menyenangkan untuk disaksikan walaupun nyaris tidak ada kedalaman karakter yang mampu membangkitkan emosi.
Sesaat bisa jadi anda merasa lost di bagian pembukaan dan pertengahan film karena merasa tidak terkoneksi dengan visi Snyder. Feeling yang hampir sama dengan Watchmen dimana serangkaian adegan spektakuler seakan bersifat ambigu. Memasuki ending setidaknya segala perasaan tersebut sedikit tergantikan oleh antusiasme. Namun twist yang disiapkan di akhir film mungkin tidak terlampau sukar diterka oleh anda yang sudah familiar dengan kejutan-kejutan sejenis. Well tried!
Sucker Punch memang semata-mata hanya berusaha menghibur penonton dengan koreografi dan sinematografi yang menakjubkan di sepanjang durasinya. Tidak lebih dan tidak kurang! Minus-minus yang disebutkan di atas kelihatannya akan mengurangi ponten anda terhadap film juga didesign untuk 3D dan IMAX ini pada akhirnya. Namun tidak ada salahnya mengikuti petualangan Baby Doll dalam menemukan peta, api, pisau, kunci sebelum menjawab misteri sendiri mengapa anda memutuskan untuk menonton yang satu ini.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$36,381,716 till May 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Saturday, 15 January 2011

FASTER : Misi Balas Dendam “Hantu”

Tagline:
Slow Justice is No Justice.

Storyline:
Seorang narapidana yang dijuluki Driver dibebaskan dari penjara dan segera mencari orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan adiknya saat dikhianati dalam misi pencurian beberapa tahun lalu. Driver sendiri sebetulnya sudah ditembak mati tapi karena kelainan tulang tengkorak kepala mampu hidup kembali. Satu persatu kawanan pengkhianat dihabisi secara cepat dan brutal. Driver tidak mengetahui ada seorang polisi dan seorang pembunuh bayaran berkelas yang mengintainya dari jauh untuk menggagalkan balas dendamnya.

Nice-to-know:
Salma Hayek sempat menjalani proses casting tapi keluar seminggu sebelum syuting dimulai.

Cast:
Selain serial televisi Family Guy dan Transformers Prime, Dwayne Johnson juga membintangi 5 film lainnya di tahun 2010 termasuk sebagai Driver disini.
Pria berusia 55 tahun bernama Billy Bob Thornton ini terakhir terlibat dalam The Smell of Success (2009) dan kali ini bermain sebagai Cop
Carla Gugino sebagai Cicero
Oliver Jackson-Cohen sebagai Killer
Tom Berenger sebagai Warden

Director:
George Tillman Jr. terakhir menggarap film biografi berjudul Notorious (2009).

Comment:
Meskipun posturnya meyakinkan tetapi kualitas akting Dwayne Johnson berbanding terbalik. Jangan salah persepsi, saya tidak katakan buruk tetapi seringkali ia mendapat peran-peran yang tidak pas. Jika menyebutkan satu persatu rasanya akan menghabiskan waktu. Peran yang paling tepat untuknya hanyalah peran-peran yang menonjolkan aksi dan minim dialog. Dan itulah yang terjadi disini saat seorang The Rock back to basic secara cool.
Ia tidak sendirian karena lawan yang berseberangan dengannya yakni aktor anyar Jackson-Cohen memainkan karakter yang unik dengan sifat egosentris yang dominan dan rasa optimistis yang terkadang berlebihan. Kedua pribadi tersebut masih disokong pula oleh “always good” actor, BBT sebagai polisi yang menghabiskan hari-hari terakhir tugasnya sebelum pension dan Gugino sebagai penyelidik yang wajib mencaritahu targetnya dan motifnya demi meminimalisir jatuhnya korban.
Sutradara Tillman Jr. merupakan satu dari sedikit sutradara Afro-Amerika yang cukup berbakat dewasa ini. Dan ia memberikan energi yang penuh ke dalam film aksi bergaya unik yang sebetulnya tidak menawarkan hal yang baru selain mix and match subplots. Beruntung tidak banyak penggunaan spesial efek sehingga scene per scene terlihat wajar didukung oleh sinematografi dan editing yang lumayan mumpuni.
Bagi anda para pecinta genre serupa, Faster bisa jadi cukup memuaskan untuk ditonton. Namun saya ingatkan, aksinya tidak sebanyak yang anda harapkan dan lagi sang “pahlawan” kita tidak terlalu menemukan lawan-lawan yang sebanding disini termasuk pada klimaksnya yang seharusnya “lebih” nendang. Dan rasanya dari awal anda akan mampu menebak siapa dalang yang sesungguhnya. Benar begitu?

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$22,941,231 till mid Jan 2011.

Movie-meter: