Showing posts with label benni setiawan. Show all posts
Showing posts with label benni setiawan. Show all posts

Wednesday, 14 September 2011

MASIH BUKAN CINTA BIASA : Kedatangan Anak Biologis Bergaya Rocker

Quotes:
Tommy: Siapa sih kamu? Ngapain datang kemari?
Vino: Saya gak akan kesini kalau gak punya bukti-bukti yang kuat!


Storyline:
Tommy yang tengah jengah mengurusi urusan rumah tangga karena kesibukan Lintang yang sendirian mencari nafkah tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Vino. Remaja pria berpenampilan rocker itu mengaku sebagai anak Tommy dari Voni, salah satu fansnya di masa lalu ketika band The Boxis masih berada di puncak kejayaan. Seketika suasana keluarga yang dibangun Tommy bersama Lintang dan putri mereka Nikita yang beranjak dewasa pun mulai terganggu. Tommy bersama teman-temannya pun mulai menelusuri jejak Voni sekaligus mendidik Vino agar tidak keluar dari jalurnya.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh WannaB Pictures dimana gala premierenya diadakan di Plaza Indonesia XXI pada tanggal 13 September 2011.

Cast:
Ferdy Taher sebagai Tommy
Wulan Guritno sebagai Lintang
Olivia Jensen sebagai Nikita
Axel Andaviar sebagai Vino
Aline Adita sebagai Voni
Joe P. Project
Dalton
Budi Arab

Director:
Karya terbaik Benni Setiawan sejauh ini adalah 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta di tahun 2010 yang lalu yang menyabet banyak nominasi dalam ajang Festival Film Indonesia.

Comment:
Genre drama keluarga yang menyoroti hubungan orangtua dan anak memang tergolong jarang diangkat oleh sineas kita. Salah satunya yang cukup menyedot perhatian adalah Bukan Cinta Biasa di pertengahan tahun 2009 yang lalu, lebih karena faktor cast yang fresh yaitu Ferdy dan Olivia serta penggunaan judul dari lagu populer yang dinyanyikan Afgan tersebut. Selang 2 tahun dari tangan penulis dan sutradara yang sama, lahirlah sekuelnya dengan premis yang kurang lebih sama.
Entah apa yang ada di benak Benni Setiawan saat menggagas skrip film ini, mudah-mudahan bukan karena ingin mengeruk untung belaka. Sebab 80% pengangkatan konfliknya hingga penyelesaiannya pun tidak jauh berbeda. Tinggal mengganti tokoh anak remaja perempuan menjadi laki-laki sehingga pendekatan sang ayah jelas tidak sama. Yang baru mungkin dari sisi persaudaraan kakak adik ditambah kehadiran beberapa tokoh pendukung yang menyumbangkan esensi tersendiri.
Penampilan Axel sebagai Vino merupakan faktor utama yang paling berpengaruh terhadap keseluruhan film ini. Untungnya ia berhasil membawakan imej personil band rock yang selalu mempertanyakan eksistensi diri di mata orangtuanya, ibu yang tidak memperlakukannya dengan baik dan ayah yang tidak pernah dikenalnya itu. Sayangnya lagi-lagi Benni merusak eksplorasi Axel dengan turn over karakter Vino yang tidak konsisten sepanjang film.
Ferdy Taher masih tetap Tommy yang dulu dengan rambut panjang, tato, kaos tanpa lengan, jaket kulit hingga jeans belel. Kecintaannya terhadap musik cadas menegaskan kekerasan karakternya walau sedikit tertutupi oleh kepatuhannya terhadap Lintang. Wulan dan Olivia serta Joe P Project juga masih memainkan karakter yang kurang lebih sama. Kehadiran Aline sebagai ibu kandung Vino terkesan tempelan belaka dengan minimnya penjelasan latar belakangnya.
Kualitas Masih Bukan Cinta Biasa secara garis besar “masih” menawarkan ketidakstabilan yang cukup mengganggu, sama seperti prekuelnya. Beruntung berbagai momen menyentuh yang disebabkan oleh asas kekeluargaan itu “masih” dapat dihadirkan dengan wajar dan tepat pada tempatnya. Jika film ini harus diberi apresiasi maka patut dilayangkan pada aktor-aktris yang “masih” berakting di dalamnya, bukan untuk Benni yang untuk kesekian kalinya “masih” melakukan closing yang demikian mudahnya. Semoga tidak berlanjut dengan Masih Tetap Bukan Cinta Biasa dengan modal yang “masih” itu-itu saja. “Masih” penasaran?

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Thursday, 1 July 2010

3 HATI 2 DUNIA 1 CINTA : Perbedaan Agama Terhadap Visi Kehidupan

Tagline:
Seorang pemuda muslim. Seorang gadis katolik. Will they live happily ever after?


Storyline:
Bekerja sebagai wartawan freelance dan juga penyair, Rosid yang lahir di keluarga Muslim yang taat memang terlihat santai menjalani hidup dengan gayanya sendiri. Itulah yang menarik bagi Delia yang berlatarbelakang Katolik dan juga seorang aktifis kampus. Keduanya mempertahankan keyakinannya masing-masing tetapi saling mengagumi satu sama lain. Sayangnya ortu masing-masing tidak setuju. Ayah-ibu Delia terang-terangan menolak sedangkan ayah-ibu Rosid malah menjodohkannya dengan gadis berjilbab yang soleh, Nabila. Selain itu Rosid juga dipertanyakan keagamaannya karena tidak bersedia memakai peci dan baju koko yang dianggapnya hanya meneruskan tradisi belaka. Akankah cinta dapat mengalahkan semua pandangan dasar tersebut pada akhirnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Mizan Pictures dan gala premierenya diselenggarakan di Planet Hollywood pada tanggal 29 Juni 2010.

Cast:
Reza Rahadian sebagai Rosid
Laura Basuki sebagai Delia
Arumi Bachsin sebagai Nabila
Ira Wibowo sebagai Martha
Robby Tumewu sebagai Frans
Henidar Amroe sebagai Muzna
Rasyid Karim sebagai Mansur
Zainal Abidin Domba
Jay Wijayanto

Director:
Ditulis dan disutradarai oleh Benni Setiawan yang baru saja menyelesaikan Cinta 2 Hati beberapa waktu lalu.

Comment:
Diangkat dari novel laris Da Peci Code serta Rosid dan Delia, film ini bisa jatuh ke dalam genre religi. Beruntung Benni yang merangkap disini tidak terkesan berusaha menggurui topik yang sensitif tersebut tetapi menerjemahkannya menjadi sebuah drama ringan menghibur yang tetap berisi. Lupakan sejenak Cinta 2 Hati yang mendayu-dayu dan merengek-rengek tersebut.
Interpretasi Reza Rahadian terhadap si kribo Rosid patut diacungi jempol. Aksesoris yang dikenakan di kepalanya bukan hanya sekadar aksesoris tetapi benar-benar merasuk pada penjiwaannya sebagai seseorang yang idealis sekaligus puitis. Reza mampu berkoar dengan lugas di kalangan "penganut peci putih" dan juga berpuisi dengan jumawanya di atas panggung. Menarik sekali menyaksikan aktor muda berbakat ini mendalami perannya. Terus terang saya ingin melihat lebih banyak lagi penampilan Laura Basuki di masa mendatang. Ia tidak hanya indah di mata tetapi sangat natural membawakan tokoh Delia yang santun dan menghormati pluralisme. Cukup menarik melihat Arumi Bachsin sedikit "keluar" dari peran-peran khas Nayato disini. Aktor-aktris pendukung senior sebagai orangtua Rosid dan Delia semakin memperkuat jalinan cast yang ada. Jangan ragukan Robby, Ira, Henidar, Rasyid yang konsisten dengan emosinya masing-masing.
Pada akhirnya 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta tidak dapat dikatakan sebuah film utuh dengan penyelesaian yang klise dan tipikal melainkan lebih mirip suatu wacana yang mengembalikan pemahamannya pada masing-masing penonton akan makna cinta, keluarga dan pandangan hidup itu sendiri. Open endingnya cenderung diselesaikan dengan informasi tertulis, bukan dengan bahasa gambar. Thumbs up untuk puisi-puisi WS Rendra yang tajam menyentil dan kena pada garis besar topiknya!

Durasi:
105 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Friday, 2 April 2010

CINTA 2 HATI : Dilema Cinta Segitiga Tidak Berujung?

Storyline:
Penyanyi muda yang tengah berkibar, Alfa dikejutkan oleh kehadiran gadis muda cantik bernama Jane di apartemennya pada suatu pagi. Ternyata Jane adalah cucu tunggal kesayangan konglomerat Bakti Hasan yang menginginkan Alfa untuk mendampingi Jane yang sakit keras. Awalnya Alfa menolak karena sudah menjalin hubungan dengan Laras, mahasiswi kembang kampus. Namun ia tergetar juga melihat Jane yang kesepian, apalagi Laras dengan berat hati membiarkan Alfa memberi perhatian pada Jane. Sementara itu penyakit terus menggerogoti tubuh Jane dan mungkin usianya tidak lama lagi, terlebih jika operasi gagal dilakukan. Bagaimana akhir dari kemelut cinta segitiga ini?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Wannabe Pictures.

Cast:
Mengulang apa yang ditampilkannya dalam film pertamanya BCB, Olivia Lubis Jensen kali ini bermain sebagai gadis pesakitan Jane yang manja sekaligus kesepian.
Debut pertamanya di layar lebar, Afgan sebagai Alfa, penyanyi muda idola remaja yang baik hati.
Terakhir bermain mengesankan dalam Queen Bee, Tika Putri berperan sebagai kekasih idola pujaan gadis-gadis yang berjiwa besar.
Deddy Mizwar didaulat sebagai Bakti Hasan, konglomerat tanah air sekaligus opa yang sangat menyayangi Jane.

Director:
Selain sutradara, Benni Setiawan juga menjabat sebagai penulis cerita dan skenario film ini. Dia lah yang membawa Bukan Cinta Biasa (2009) sukses besar tahun lalu.

Comment:
Film dibuka dengan tidak mulus. Maksud saya seakan penonton sudah ditempatkan di tengah-tengah episode. Disitu kita diajak mengenal karakter Jane, Alfa, Laras dan opa Bakti. Terus terang penonton akan sulit bersimpati pada Jane yang di paruh pertama film terlalu sibuk merengek-rengek walau cukup masuk akal mengingat karakternya sejak kecil sudah dilimpahi harta di atas perasaan sangat kesepian ditinggal mati kedua orangtuanya. Olivia membawakannya tidak jauh berbeda dengan apa yang diperlihatkannya dulu. Afgan bernyanyi disini bukannya berakting, terutama ekspresi dan emosinya yang datar-datar saja sepanjang film. Sebaliknya Tika bermain cukup baik, dia terlihat tegar dan terluka perasaannya secara bersamaan. Deddy seperti biasa menunjukkan kelasnya sebagai aktor senior yang berhasil mengayomi aktor-aktris belia masa kini saat berbagi layar. Sang sutradara Benni nampaknya sedikit terlalu ambisius untuk mengulangi kesuksesan serupa. Beberapa momen menyentuh berhasil didapatnya, terima kasih pada backsound dan live singingnya Afgan disini. Namun sayangnya semua itu tidak didukung logika cerita yang bisa diterima penonton sejak awal. Terutama perasaan Alfa yang tidak konsisten di pertengahan hingga akhir, juga perubahan sikap Jane yang saya harapkan bisa signifikan antara sebelum dan sesudah "kejadian" itu. Endingnya juga dibikin ngepop. Hm, setidaknya Cinta 2 Hati berusaha bercerita terlepas dari minus-minus yang seharusnya bisa bikin film ini "lebih" plus.

Durasi:
105 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa