Showing posts with label alfred molina. Show all posts
Showing posts with label alfred molina. Show all posts

Wednesday, 5 October 2011

ABDUCTION : Kerahasiaan Identitas Diburu Agen Ganda

Tagline:
What if your entire life was a lie?


Storyline:
Kehidupan Nathan Price terasa sempurna, berkecukupan dengan orangtua yang menyayanginya, Kevin dan Mara. Ia juga bersahabat dengan Gilly dan menaruh hati pada Karen, tetangganya yang dikenal sejak kecil. Saat ditunjuk mengerjakan tugas bersama, Nathan malah menemukan foto kecilnya ada dalam daftar orang hilang. Rasa penasaran malah melibatkan Nathan dalam petualangan bersama Karen menghindari sekelompok orang yang menginginkan sesuatu darinya. Orang-orang berbahaya yang tega membunuh ayah ibunya. Nathan harus mulai belajar untuk tidak mempercayai siapapun juga.

Nice-to-know:
Diproduksi secara asosiatif oleh Lionsgate, Gotham Group, Vertigo Entertainment, Quick Six, Mango Farms dan Tailor Made.

Cast:
Memulai akting di usia 9 tahun lewat Kismet (2001), Taylor Lautner bermain sebagai Nathan Price
Sempat mendukung The Blind Side (2009), Lily Collins berperan sebagai Karen
Denzel Whitaker sebagai Gilly
Sigourney Weaver sebagai Dr. Bennett
Alfred Molina sebagai Burton
Michael Nyqvist sebagai Kozlow
Jason Isaacs sebagai Kevin
Maria Bello sebagai Mara

Director:
John Singleton sebelum ini mengeksekusi Four Brothers (2005) yang cukup keras dan kelam itu.

Comment:
Pertanyaan pertama yang saya ajukan bagi moviegoers: Yang merasa fans Taylor Lautner silakan angkat tangan. Satu, dua, sebelas, tiga puluh empat wanita, okey. Lho ternyata ada prianya juga, enam belas! Baiklah, ini penting untuk demografi film. Jika selama ini Lautner dikenal dalam Twilight Saga, sambil menunggu Breaking Dawn di penghujung tahun, anda bisa saksikan dulu kiprahnya dalam film aksi thriller ini yang menghabiskan bujet 35 juta dollar.
Skrip yang ditulis oleh Shawn Christensen ini seperti comotan dari The Bourne Identity dengan versi remajanya. Perbedaannya adalah tabir tersimpan mengenai Bourne terkesan keren, sebaliknya rahasia terdalam tentang Nathan terbilang cupu. Anda akan peduli dengan kiprah Bourne mencari identitasnya tetapi tidak akan ambil pusing dengan langkah Nathan menemukan jati dirinya. Oleh karena itu, jangan coba membandingkan. Cukup duduk manis dan ikuti menit demi menit film ini.
Tampaknya Lautner masih membutuhkan waktu belasan tahun lagi untuk bisa bermetamorfosis menjadi aktor yang baik. Saat ini kapabilitasnya hanya dalam memamerkan perut six pack nya, bukan akting yang mumpuni. Lihat saja bagaimana peran Jacob dengan limitasi ekspresi dan tutur katanya sampai terbawa disini selagi ia bermain sebagai peran utama. Karakter Nathan memang terlihat tangguh secara fisik tapi kemampuan bertahan hidupnya tidak terlalu meyakinkan.

Beruntung peranan Collins tidak sampai mengganggu sebagai love interest Nathan walau chemistry keduanya nyaris sama kaku dan membosankannya dengan Jacob dan Bella. Dukungan aktor-aktris senior macam Bello, Molina, Weaver, Isaacs dll sebetulnya merupakan poin plus tersendiri tapi sayangnya kemunculan mereka lebih sekadar basa-basi. Porsinya terlampau sedikit dimana karakterisasi tidak tergali dengan kuat.
Sutradara Singleton yang bertangan dingin sekalipun tidak mampu menyelamatkan film yang lebih pantas didegradasi ke dalam kelas B-movie. Koreografi pertarungan satu lawan satunya terasa jadul dan lebih cocok digunakan dalam film-film tahun 90an. Setting yang lebih megah seharusnya dibangun demi meningkatkan tensi action berkelas. Bukan cuma stadium football yang hiruk pikuk dan disulap sedemikian rupa untuk menyimpulkan endingnya dengan begitu antiklimaks.
Kesalahan terbesar Abduction adalah desain poster dan trailernya yang teramat menjual apalagi dengan memasang nama dan wajah Taylor Lautner besar-besar. Namun yang paling fatal yaitu penggunaan judul yang samasekali tidak ada korelasinya dengan konten film. Belum apa-apa, calon penonton sudah diajarkan untuk berpengharapan tinggi dengan menontonnya secepat mungkin, sebelum mereka menyadari tidak ada yang istimewa dari film ini. Semua serba datar dan predictable, sama halnya ketika Lautner langsung memamerkan tubuhnya pada 5 menit pertama durasinya.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$10,925,253 opening week in end of Sep 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Saturday, 24 July 2010

THE SORCERER'S APPRENTICE : Peremajaan Klasikal Dunia Sihir Disney

Quotes:
Balthazar Blake-You're a bad liar, Dave. That's good.

Storyline:
Kedua murid Merlin, Balthazar Blake dan Maxim Horvath terus saja berseteru beratus-ratus tahun memperebutkan guci berisi arwah Morgana dengan tujuan yang berbeda. Balthazar tetap ingin mengurung Morgana yang telah merenggut nyawa kekasihnya Victoria di masa lampau sedangkan Maxim ingin membebaskan Morgana yang dapat membantunya menguasai dunia dengan sihir terkuat. Di masa modern, Balthazar secara tidak sengaja bertemu dengan bocah Dave Stutler yang kelihatannya mewarisi kekuatan Merlin. Sayang lewat suatu insiden, Balthazar dan Maxim terkurung dalam sebuah guci. 10 tahun kemudian, Dave yang beranjak remaja tengah mendekati gadis impiannya semenjak kecil, Becky Barnes dan secara tidak sengaja harus kembali terlibat dalam perebutan kekuasaan sihir tersebut demi menjaga perdamaian dunia.

Nice-to-know:
Saat syuting adegan kebut-kebutan mobil, sempat terjadi kecelakaan di Jalan Sbarro dan Seventh Avenue pukul 1 pagi yang menyebabkan cedera dua orang yang tidak terlalu serius.

Cast:
Pernah menggenggam Piala Oscar gelar Aktor Terbaik lewat Leaving Las Vegas (2005), Nicolas Cage berperan sebagai Balthazar Blake yang harus menjadi mentor bagi pewaris Merlin, Dave Stutler.
Baru saja sukses mengisi suara dalam How To Train Your Dragon, Jay Baruchel bermain sebagai remaja biasa-biasa saja yang mendadak harus menyelamatkan dunia.
Karakter antagonis kedua kali berturut-turut setelah Prince of Persia : The Sands Of Time diemban oleh aktor senior Inggris, Alfred Molina.
Teresa Palmer sebagai Becky Barnes.
Monica Belucci sebagai Veronica.
Alice Krige sebagai Morgana.

Director:
Kerjasama ketiga Jon Turteltaub dengan Nicolas Cage setelah menggarap dua seri National Treasure di tahun 2004 dan 2007.

Comment:
Konon diilhami dari animasi Walt Disney pertama, Fantasia yang mengorbitkan karakter Mickey Mouse, film ini kembali mengupas dunia sihir dan permasalahan umumnya yaitu perseteruan dua penyihir senior dan bagaimana mereka mencari murid masing-masing untuk memperpanjang hegemoninya. Selebihnya tidak ada yang baru sehingga anda hanya perlu duduk manis di dalam bioskop dan dengan mudah mereka-reka adegan apa yang ditampilkan berikutnya. Very predictable! Kemampuan CGI nya terasa terlalu "sederhana" untuk masa sekarang ini. Beruntung alunan Secret nya OneRepublic mampu membangun mood di beberapa scene.
Bagaimana dengan karakterisasinya? Sejujurnya saya sudah agak muak melihat Cage yang seakan kejar setoran dalam 5-10 tahun terakhir dengan berbagai peranan yang nyaris serupa penjiwaannya. Kita pernah menyaksikan gaya mentornya yang tidak berbeda jauh dalam remake Bangkok Dangerous ataupun Kick-Ass baru-baru ini. Baruchel yang "suara"nya dipuji dalam How To Train Your Dragon malah terdengar "sengau" disini dan sedikit banyak penampilannya mengingatkan saya akan Tria The Changcuters. Keluguannya disini sedikit mengganggu sehingga sulit mengundang simpati penonton yang seharusnya muncul. Sayang sekali melihat Belucci hanya menjadi pemanis belaka dan memang tokoh Veronica tidak diberikan banyak ruang selain fakta "love interestnya" Balthazar dan Maxim sekaligus.
Selayaknya produksi Bruckheimer yang lebih menjual spesial efek daripada aspek-aspek lain sebuah film yang lebih penting, Turteltaub memperparah hasil akhirnya dengan eksekusi skrip yang sangat standar. Alhasil The Sorcerer's Apprentice hanyalah modernisasi dari versi klasik Disney yang sebetulnya tidak buruk, hanya saja tidak akan meninggalkan kesan apapun setelah menyaksikannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$24,708,059 in opening week mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent