Showing posts with label singaporean movie. Show all posts
Showing posts with label singaporean movie. Show all posts

Wednesday, 1 December 2010

FOREVER : Obsesi Cinta Ceria Gadis Psycho

Storyline:
Konsultan video pernikahan dalam W.E.D (Wedding Education Department) bernama Joey memiliki cita-cita untuk mempromosikan romantisme pernikahan seumur hidup kepada kalangan muda Singapore dengan konsep-konsep videonya yang unik. Salah satunya adalah video pernikahan yang ia lakukan sendiri dengan guru music tampan, Gin. Hal tersebut membuat Joey bermimpi untuk benar-benar bersanding dengan Gin padahal Gin sendiri sudah bertunangan dengan gadis cantik blasteran, Cecilia. Joey berulang kali meneror Gin untuk menunjukkan ketulusan cintanya. Akankah usahanya berhasil pada akhirnya?

Nice-to-know:
Forever melakukan pemutaran perdananya pada Jiffest edisi ke-12 ini bahkan sebelum rilis di negaranya sendiri.

Cast:
Teo Kiat-Sing sebagai Joey
Mo Tzu-yi sebagai Gin
Sarah Ng
Joanna Dong

Director:
Merupakan film kedua bagi Wee Li Lin setelah Gone Shopping (2008) yang sempat bersaing dalam the New Talents award di 11th Shanghai International Film Festival.

Comment:
Film ini bisa dikatakan bentuk lain dari FIKSI. Mau tidak mau saya bandingkan keduanya. Jika Fiksi berkesan dark maka Forever ini sangatlah light alias terang benderang. Fokusnya pada seorang cewek yang terobsesi pada seorang cowok yang sudah bertunangan. Ia menguntit, menelepon, mengirim kue, menyanyikan lagu hingga menyembah-nyembah. Apabila kita mengambil sudut pandang sang cowok, mungkin kita akan berpikiran si cewek ini psikopat mengerikan. Wong udah ditolak berkali-kali kok masih ngotot? Namun pintarnya sutradara Wee menghadirkan film ini dengan nuansa komedi satir yang penuh bahasa gambar komikal sekaligus imajinatif sehingga segala tingkah laku ekstrim itu seakan diperhalus dan terkadang diterjemahkan menjadi keluguan saja.
Penunjukan Teo Kiat Sing sebagai Joey cukup tepat. Dengan tampang biasa-biasa saja dibingkai dengan kacamata berframe hitam membuatnya terlihat nerd. Konon seorang nerd biasanya memiliki sisi terdalam dari apa yang terlihat di luarnya. Memang cuma sebuah konsep karena belum tentu benar dan jangan juga anda artikan seorang nerd selalu menyimpan sisi psikopat dalam dirinya. Sedangkan Gin dan Cecilia merupakan pasangan sempurna disini, tampan dan cantik, seakan semakin memancing rasa posesif dan jealous dalam diri Joey. Keduanya bermain natural dan mampu menarik mata penonton untuk tetap fokus pada layar.
Rasanya sulit bagi anda untuk jatuh cinta pada Forever, apalagi sampai mengerti betul konsep yang berusaha disampaikan. Sinematografinya memang cukup menjual dengan warna-warna terang yang pucat. Humor yang dibawakan benar-benar khas film-film Singapore sehingga bisa jadi sulit membuat anda tertawa lepas. Sungguh! Endingnya yang cukup absurd serasa menantang persepsi anda sendiri apakah itu imajinasi atau kenyataan. Petunjuknya pehatikan kondisi sekeliling para karakternya dan mulailah berasumsi!

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Monday, 12 July 2010

HAPPY GO LUCKY : Keberuntungan Pemula Kesengsaraan Perjudian


Storyline:
Hock Lee Poh adalah pejudi kelas kakap yang keras kepala. Bahkan ketika istrinya melahirkan Fu Xin, Poh tetap berjudi dan kalah! 30 tahun kemudian, Fu Xin telah tumbuh menjadi wanita yang ceria dan berbudi pekerti. Meskipun berulang kali disakiti ayah dan kakak tirinya Donna yang hobi senang-senang itu, Fu Xin tetap bekerja dengan riang di sebuah pusat refleksi. Fu Xin yang sering dianggap membawa sial justru mendatangkan keberuntungan saat Undian 4D yang tak sengaja dibelinya memenangkan hadiah utama yaitu 2 juta dollar Singapore. Namun apakah ayahnya bisa disadarkan dari pengaruh buruk perjudian?

Nice-to-know:
Film yang berjudul asli Fuxing dao ini sudah dirilis di negara asalnya Singapore pada tanggal 4 Maret 2010.

Cast:
Pernah mendukung Jackie Chan dan Owen Wilson dalam Shanghai Knights (2003), Fann Wong berperan sebagai Fu Xin
Richard Low sebagai Hock Lee Poh
Patricia Mok sebagai Donna Poh
Liu Ling Ling sebagai Lao Cai
Marcus Chin sebagai Jackson

Director:
Merupakan debut penyutradaraan bagi Harry Yap.

Comment:
Jika harus menyebutkan beberapa judul film Singapore rasanya hal yang sangat sulit dilakukan oleh anda. Alasannya bisa jadi karena nyaris tidak pernah ada yang beredar di bioskop Indonesia atau memang sulit ditemui videonya dalam bentuk apapun juga sehingga tak pernah berhembus kabar samasekali dari industri perfilman sana. Kali ini Blitzmegaplex “berbaik hati” mengimpor film terbaru dari Fann Wong, biduanita sekaligus aktris Singapore yang sudah cukup dikenal publik Asia.
Harry Yap yang selama ini dikenal menyutradarai film/serial televisi sedikit “berjudi” untuk menulis skrip sekaligus menyutradarainya. Plotnya sederhana saja yaitu sebuah keluarga disfungsi yang terdiri dari ayah dan dua orang putri. Konfliknya seputar kerja keras berbudi baik yang kontras dengan perjudian berakhlak serakah. Aura kesialan dan keberuntungan pun silih berganti menghampiri di sepanjang 103 menit yang amat mudah ditebak juntrungannya ini.

Fann Wong, Richard Low dan Patricia Mok memang berhasil menciptakan tawa lewat sederetan adegan slapstick di saat berbagi layar. Namun karakterisasi mereka begitu dangkal yaitu hitam dan putih sehingga penonton hanya perlu berpihak pada salah satunya. Setidaknya Fann tetap berhasil memancarkan sinarnya dengan karakter Fu Xin yang simpatik dimana sisi akting emosionalnya begitu terjaga di setiap tikungan yang ada.

Sayangnya ide lemah Harry tidak dapat ditutupi saat pengeksekusiannya. Gaya televisi masih terbawa disini dimana syut close-up terhadap masing-masing karakternya masih begitu dominan. Belum lagi penggunaan dialek Hokkien dan Konghu bertukaran dimunculkan demi menghasilkan aksen yang lebih mudah memancing tawa penonton. Alur ceritanya mengalir linier begitu saja, seakan Harry sendiri kebingungan menambahkan unsur kejutan yang mampu membuat film ini tak mudah dilupakan.
Happy Go Lucky dengan modal poster yang kurang menarik tetap mampu membuat anda terjaga sampai akhir meskipun harus menguap berkali-kali. Tenang! Tawa segar rasanya dapat mengusir kantuk yang menyerang, terima kasih pada situasi komedi yang berulang kali disodorkan. Setidaknya ending film ditutup dengan perasaaan senang dan bersyukur bahwa segala proses yang dijalani dengan ketulusan dan kesabaran pada akhirnya akan membuahkan hasil yang lebih kekal adanya.

Durasi:
103 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent