Showing posts with label samuel zyglwyn. Show all posts
Showing posts with label samuel zyglwyn. Show all posts

Thursday, 29 April 2010

AKIBAT PERGAULAN BEBAS : Seksinya Dunia Malam Kaum Metropolitan

Storyline:
Kanya, Dinda dan Zizi yang bersahabat sama-sama terhempas dalam bebasnya kehidupan kaum muda metropolitan. Kanya menjadi cewek panggilan dan menghasut Dinda untuk terjun juga. Awalnya menolak tapi karena kesulitan ekonomi, Dinda akhirnya terjerumus juga apalagi dijanjikan menjadi fotografer terkenal oleh Boy. Zizi juga menjadi simpanan pria beristri bernama Roy hingga berakibat kehamilan tanpa tahu siapa yang harus bertanggungjawab. Sementara itu Gladys yang berpacaran dengan Boni juga terseret dilema yang menghubungkannya dengan Kanya dan Dinda. Akankah pada akhirnya masing-masing dapat sadar dan kembali ke jalan yang benar?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Mitra Pictures dan gala premierenya diselenggarakan di Planet Hollywood tanggal 26 Maret yang lalu.

Cast:
Uli Auliani sebagai Kanya
Samuel Zylgwyn sebagai Boni
Sabai Morscheck sebagai Gladys
Leylarey Lesesne sebagai Dinda
Smitha Anjani sebagai Zizi
Diramaikan pula oleh Ray Sahetapy dan Yama Carlos.

Director:
Pernah diakui kepiawaiannya dalam Ekskul (2006) yang menggondol Piala Citra walau akhirnya dicabut itu membuat nama Nayato Fio Nuala sukses bertahan hingga saat ini dengan film-film yang hampir seragam.

Comment:
Dari pembuka saya merasa 80% tema film yang ditulis oleh Puguh P.S. Atmadja ini sama persis dgn 18+ sehingga konsentrasi saya tidak terpaku pada layar lagi melainkan pada ponsel RIM dan snack yang saya bawa. Ya tiga sahabat putri dengan dinamika hidupnya masing-masing yg tersentralisasi pada gaya metropolitan yaitu dugem, seks, drugs dengan berbagai motif mulai dari uang, pelarian, kesepian, kesenangan dsb dimana pada akhirnya mereka saling berseteru dan berjuang satu sama lain. Lagi-lagi saya bisa mengatakan betapa berbakatnya seorang Nayato dalam mendirect gambar-gambar yang bagus dengan pendekatan angle-angle yang menarik. Hanya saja talentanya kembali terbuang sia-sia karena tidak berani menyuguhkan sesuatu yang baru dan lebih berbobot! Akting para pemainnya juga tidak banyak membantu. Yang tidak masuk akal, hampir semua aktifitas yang dilakukan para aktornya disini diharuskan tanpa baju alias shirtless? Hm, Akibat Pergaulan Bebas yang diembel-embeli terinspirasi dari berbagai kisah nyata merupakan remake atau spin-off yang jelas gagal yang cuma menjual adegan-adegan syur yang sudah tergunting sensor pula.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Friday, 29 January 2010

18+ : Dinamika Muda Mudi Mempertahankan Cinta

Tagline:
True love never dies

Storyline:
Dua sobat karib, Raka dan Topan memiliki problemanya masing-masing. Topan mencintai Chanisa walau tahu kekasihnya itu mengidap kanker paru-paru yang kronis. Hal tersebut dilakukannya juga sebagai pelarian dari orangtuanya yang sering bertengkar di rumah. Belum lagi gangguan mantan pacarnya, Nayla yang rapuh jiwanya. Sedangkan Raka mengejar Helen sejak perjumpaan pertama walau Helen awalnya menolak akhirnya mereka jadian. Biaya pengobatan yang tinggi mau tidak mau membuat Topan dan Raka memutar otak mencari uang termasuk dari rentenir. Sayangnya keputusan itu malah menyeret keempatnya dalam kronik yang semakin dalam dan sulit terselesaikan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh PT. Kharisma Starvision Plus dan dilakukan gala premiere di Planet Hollywood

Cast:
Samuel Zyglwyn sebagai Raka
Adipati sebagai Topan
Stevanie Nepa sebagai Chanisa
Leylarey Lesesne sebagai Helen
Arumi Bachsin sebagai Nayla

Director:
Terakhir membesut Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets, Nayato Fio Nuala kembali dengan genre serupa yaitu drama remaja yang kelam.

Comment:
Skrip yang ditulis oleh trio Ery Sofid, Eka D Sitorus dan Viva Westi ini sebetulnya cukup solid dari segi tema cerita, hanya saja saya yakin banyak campur tangan dari sang sutradara. Terbukti apa yang disuguhkan pada akhirnya tidak jauh beda dengan karya-karya Nayato sebelumnya termasuk alur lambat, tone warna lembut, lanskap yang sunyi hingga musik hingar bingar (dan kali ini adalah Koil yang dipilih sebagai bintang tamu sekaligus pengisi soundtracknya). Sedikit perbedaan adalah Nayato bermain di sisi maskulinitas kali ini, tidak dari segi feminis sebagaimana biasanya. Kerasnya hidup Raka dan Topan menjadi sorotan utama, dan ditutup dengan ending yang memilukan sekaligus tragis bagi keduanya. Perbaikan? Mungkin, tetapi belum secara keseluruhan. Karakter wanitanya tidak terlalu dominan walau turut memberikan kontribusi. Remaja-remaja tersebut bermain standar dalam artian tidak buruk dan juga tidak bagus-bagus amat. Sayangnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang dibiarkan mengambang tanpa penjelasan yang logis. Ah memang rasanya judul dan poster yang provokatif itu saja cukup memancing calon penonton untuk datang menyaksikannya.

Durasi:
95 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!