Showing posts with label sammo hung. Show all posts
Showing posts with label sammo hung. Show all posts

Sunday, 27 June 2010

THE LEGEND IS BORN IP MAN : Asal Usul Tokoh Wing Chun Muda

Storyline:
Setelah kematian gurunya Chan Wah Shun di Foshan, Ip Man pergi ke Hongkong untuk belajar. Di sana ia diperkenalkan pada teori Wing Chun dari Leung Pik yang memberinya kemajuan besar. Ketika ia kembali ke Foshan, Ip Man jatuh cinta dengan putri wakil walikota Cheung Wing-shing tetapi ditentang oleh ayahnya. Sementara itu gaya Wing Chun ala Ip Man juga dikatakan menyimpang dari bentuk asalnya terutama dari saudaranya Ip Tin Chi. Bagaimana ia menghadapi semua tantangan ini dan menjadi salah satu guru kungfu paling dihormati sepanjang masa?

Nice-to-know:
Berjudul asli Ye Wen qianzhuan.

Cast:
Dennis To sebagai Ip man
Fan Siu-Wong sebagai Ip Tin Chi
Sammo Hung Kam-Bo sebagai Chan Wah-shun
Huang Yi sebagai Cheung Wing-shing

Director:
Herman Yau tahun lalu cukup mencuri perhatian dengan Turning Point (2009).

Comment:
Jika satu film sukses sudah dibuatkan sekuelnya yang ternyata sukses juga maka bisa dipastikan akan ada lagi kelanjutan yang biasanya prekuelnya. Tak terkecuali dengan film yang mengangkat biografi guru kungfu legendaris pemilik aliran Wing Chun ini. Ip Man pun dikisahkan sejak masa mudanya. Problemnya adalah Ip Man sudah kadung kondang dengan nama Donnie Yen sehingga secara teori akan sulit menjual film ini.
Penggantinya adalah Dennis To, sang juara martial arts terbaru Hongkong yang memerankan Ip Man remaja. Secara postur dan penampakan, Dennis dapat dikatakan Donnie muda. Mirip sekali. Terima kasih pada tim kostum dan make-up yang mendadaninya sedemikian rupa. Namun dari akting, Dennis belum terlalu menonjol. Beruntung koreografi kungfunya cukup meyakinkan sehingga tidak mengecewakan. Aktor senior Sammo Hung dan Yuen Biao nyatanya cuma tampil sebagai pemeran pendukung. Yang cukup dominan malah Fan Siu Wong yang cukup berkarakter sebagai Ip Tin Chi. Kredit patut diberikan pada penampilan khusus Ip Chun yang merupakan putra asli Ip Man.
Fighting scene yang biasanya menjadi jualan film Ip Man kali ini sedikit kendor. Kebanyakan Ip Man remaja hanya berlatih tanding ataupun belajar. Memasuki pertengahan menjelang akhir barulah ada lawan seimbang dari kubu gangster Jepang era perang Sino-Japanese, itupun sudah bisa ditebak kemana arahnya. Satu hal yang menarik adalah duel antara Sammo dan Yuen di awal film dimana mata keduanya sempat ditutup saat memeragakan Wing Chun. Menarik!
Beruntung skrip Erica Lee diterjemahkan cukup baik oleh sutradara kawakan Herman Yau. Dengan demikian aspek-aspek lemah film ini dapat sedikit tertutupi dengan kemasan yang cukup menarik dari sisi sinematografi yang menggambarkan era yang dahulu sekali. Dari segi emosional yang menggerakkan penonton, The Legend Is Born rasanya belum mampu menyaingi Ip Man 1-2.

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Saturday, 1 May 2010

IP MAN 2 : Master Wing Chun Tertantang Beladiri Dunia Barat

Storyline:
Sejak kedatangan Ip Man di Hongkong pada tahun 1949, ia mengetahui bahwa sekolah beladiri yang beroperasi disana lebih sebagai triad. Untuk memperbaiki citra itu, ia membuka sekolah sendiri yang tidak hanya mengajarkan seni tetapi juga nilai-nilai keadilan. Namun kemudian Ip Man berselisih paham dengan guru Hung Gar yang jumawa dan menganggap beladiri harus diartikan dengan kemenangan dalam pertempuran. Lewat serangkaian peristiwa, Ip Man dan Hung Gar bisa saling respek satu sama lain sambil memikirkan tantangan Twister, juara dunia tinju yang mewakili seni beladiri dunia Barat yang meremehkan seni beladiri dunia Timur.

Nice-to-know:
Didistribusikan oleh Mandarin Film Distribution Co..

Cast:
Donnie Yen pernah meraih nominasi Hong Kong Film Award 1993 kategori Best Supporting Actor dalam Once Upon a Time in China II (1992). Kini ia melanjutkan peran Ip Man, pemrakarsa aliran beladiri Wing Chun.
Sammo Hung sebagai Hung Gar
Darren Shahlavi sebagai Twister

Director:
Wilson Yip pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai film Hongkong adalah 01:00 A.M. (1995).

Comment:
Hanya berselang setahun, Ip Man yang seru mengesankan itu dibuat sekuelnya. Terburu-buru demi mengejar aspek komersial? Saya rasa tidak. Saya percaya motif trio Wilson, Donnie dan Sammo lebih dari itu.
Sekadar mengingatkan, episode Ip Man terdahulu bisa jadi merupakan salah satu martial arts movie yang paling berkesan sepanjang masa, setidaknya bagi sebagian besar orang di belahan bumi Timur. Jika harus dibandingkan, episode kedua ini sedikit melemah karena plotnya hanya bercerita tentang perjuangan Ip Man agar seni beladiri kungfu dapat dihormati dunia Barat. Ya hanya itu para penonton!
Beruntung penampilan Donnie Yen tetap konsisten tanpa memberikan sentuhan berlebihan pada karakter Ip Man, gerakannya masih efektif dengan tutur bahasa yang lembut. Namun yang patut diacungi jempol adalah salah satu ikon perfilman Mandarin tahun 1980an, Sammo Hung Chin Pao. Selain berprofesi sebagai art director, ia juga solid memerankan tokoh Hung Gar yang tangguh dan keras hati. Catatan kecil sekaligus penting disini, pertarungan Donnie dan Sammo di paruh pertama film sangatlah memukau, melebihi endingnya itu sendiri. Keduanya yang asli menguasai kungfu beradu jurus dengan serunya di atas meja sampai dupa habis.
Sinematografi yang dihadirkan juga masih sama baiknya dengan atmosfer 1940an yang cukup kental. Secara keseluruhan Ip Man 2 memenuhi syarat film aksi hiburan yang baik. Anda yang belum pernah menyaksikan prekuelnya dijamin terkesan. Sedangkan bagi yang sudah menonton prekuelnya, tetap akan merasa terpuaskan walaupun rasa antusias yang muncul tidak akan sama seperti sebelumnya.

Durasi:
105 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent