Showing posts with label paul walker. Show all posts
Showing posts with label paul walker. Show all posts

Saturday, 13 August 2011

FAST FIVE : Misi Balapan Uang Kontra Mafia dan Agen Federal

Quotes:

Tej: [to Giselle] Did he smack that ass, or did he grab it?





Storyline:

Mantan polisi Brian O'Conner masih bertandem dengan bekas napi Dominic Toretto melewati hukum yang pernah membelenggunya itu. Perampokan mobil dari sebuah kereta kemudian membawa Dom, Brian, Mia ke Rio de Janeiro dimana mereka harus berhadapan dengan mafia setempat Hernan Reyes dan juga agen federal Luke Hobbs yang salah paham akan tindakan mereka. Ketiganya sepakat melakukan misi terakhirnya yaitu mencuri uang 100 juta dollar milik Reyes. Misi pun dirancang dan turut melibatkan gank lama mereka masing-masing Tej, Roman, Han, Gisele untuk berkolaborasi dengan satu tujuan. Melarikan diri dari Rio dengan uang di tangan atau tidak samasekali dengan nyawa sebagai taruhannya!



Nice-to-know:

Merupakan film Fast and Furious pertama yang dirilis dalam format IMAX.



Cast:

Satu-satunya peran yang patut diingat dalam daftar filmografi Vin Diesel adalah sebagai Dominic Toretto, walau sempat mendukung film pemenang Oscar, Saving Private Ryan (1998).

Paul Walker sebagai Brian O'Conner

Jordana Brewster sebagai Mia Toretto

Tyrese Gibson sebagai Roman Pearce

Ludacris sebagai Tej Parker

Elsa Pataky sebagai Elena Neves

Dwayne Johnson sebagai Luke Hobbs

Sung Kang sebagai Han Lue

Joaquim de Almeida sebagai Hernan Reyes

Gal Gadot sebagai Gisele Harabo



Director:

Justin Lin mengawali karir penyutradaraannya lewat Shopping For Fangs (1997).



Comment:

Jika harus jujur, saya sempat merasa nasib franchise ini akan tamat setelah Tokyo Drift (2006) (lebih tepat disebut spin-off) yang tidak buruk secara kualitas tapi terkesan antiklimaks itu. Nyatanya keputusan Vin Diesel, Michael Fottrell dan Neal H. Moritz yang bertindak sebagai produser untuk tetap meneruskan Fast & Furious (2009) disusul yang satu ini selang 2 tahun tergolong tepat. Beban berat yang ditanggung sebuah film sekuel pun terbukti mampu ditanggulangi dengan cemerlang.

Skrip yang ditulis oleh Chris Morgan ini memang tidak jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Bagian pertama film mengetengahkan perampokan kereta api yang menantang bahaya tersebut sekaligus menjelaskan bagaimana Dom dkk pada akhirnya bisa terdampar di Brazil. Bagian kedua lebih menekankan perampokan brankas berisi 100 juta dollar sekaligus pertentangan antar 3 kubu yang bersinggungan termasuk kawanan milyuner kotor Hernan Reyes dan agen federal tangguh Luke Hobbs yang terus membayang-bayangi Brian dkk.

Kehadiran Dwayne Johnson menjadi penyegar tersendiri. Tokoh Hobbs mungkin teramat klise tapi penonton akan tetap mencintai polisi tangguh berperangai kasar taat hukum. Sedikit banyak aura kejantanan Vin Diesel malah sedikit tertutupi. Beruntung tokoh Dominic digambarkan masih memiliki rasa humanisme sehingga mampu menarik simpati penonton. Pergumulan keduanya saat mendekati ending memang teramat keras dan merusak, mengingatkan pada segmen WWF di televisi. Sayang minimnya guratan luka lebam di wajah mereka paska scene tersebut mengurangi unsur meyakinkannya.

Di luar keduanya, masing-masing cast memerankan karakter masing-masing dengan gaya. Sebut saja Sung, Pataky, Gadot yang menurut saya lumayan mencuri perhatian. De Almeida yang kebagian tokoh antagonis memang cukup real terlepas dari porsinya yang tidak terlalu memadai. Anda tidak akan terlalu peduli lagi dengan dialog-dialog cheesy di antara mereka selama spontanitas kata-kata tersebut masih mampu mengundang senyum dan relevan dengan plot cerita.

Sutradara Lin jelas paling patut mendapat kredit khusus karena mampu meracik setiap action sequence dengan brilian. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkannya terkadang tidak masuk akal tetapi tujuan memacu adrenalin jelas tercapai. Adegan kebut-kebutan yang menjadi ciri khasnya kembali disuguhkan dalam jatah yang wajar, kesan “jualan” mobil yang muncul dalam prekuelnya kali ini tidak terlihat. Finale act sangat memuaskan dan sontak membuat anda ingin bertepuk tangan.

Fast Five samasekali tidak membuat franchise ini kehabisan gas, melainkan meningkatkan gigi untuk terus dan terus memperpanjang sekuelnya. Lihat saja additional scene yang disembunyikan setelah credit title berakhir menyiratkan demikian. Agen tangguh, polisi korup, mafia culas, mantan polisi, ex-napi, pembalap, wanita cantik, apalagi yang anda inginkan dalam sebuah action summer movie yang sangat memorable bagi saya tahun ini. Fasten your seatbelt and enjoy the ride for hours!



Durasi:

130 menit



U.S. Box Office:

$209,805,005 till Aug 2011



Overall:

8 out of 10



Movie-meter:



Sunday, 31 October 2010

TAKERS : Kolaborasi Pencurian Berbuntut Perpecahan

Quotes:
Gordon Jennings: We're takers, gents. That's what we do for a living. We take.

Storyline:
Kawanan perampok kawakan yaitu Gordon Jennings, John Rahway, A.J. dan kakak beradik Jake dan Jesse Attica sukses melengkapi misi terakhir mereka dan menuju kehidupan mewah sambil memikirkan pekerjaan mereka masing-masing selanjutnya. Ketika Ghost, mantan anggota mereka yang dibebaskan dari penjara, meyakinkan kawanan tersebut untuk membajak kendaraan yang membawa 20 juta dollar. Kesemuanya setuju dan merancang strategi terbaik walaupun diintai kawanan polisi termasuk duet Jack dan Eddie yang semakin dekat untuk membekuk mereka. Akankah misi tersebut berhasil?

Nice-to-know:
Dialog pertama dan terakhir antara karakter Idris Elba dan karakter Paul Walker benar-benar sama, hanya terjadi pertukaran di antara mereka.

Cast:
Mengawali karir aktornya lewat Belle maman (1999), Idris Elba disini didapuk sebagai Gordon Jennings.
Film pertamanya setelah tampil dalam Fast & Furious (2009), Paul Walker bermain sebagai John Rahway.
Terakhir muncul dalam Armored (2009), Matt Dillon kini berperan sebagai Jack Welles.
Chris Brown sebagai Jesse Attica
Hayden Christensen sebagai A.J.
Michael Ealy sebagai Jake Attica
Steve Harris sebagai Lt. Carver
T.I. sebagai Ghost (as Tip 'T.I'. Harris)
Jay Hernandez sebagai Eddie Hatcher
Zoe Saldana sebagai Rachel
Johnathon Schaech sebagai Scott
Marianne Jean-Baptiste sebagai Naomi

Director:
Sejauh ini baru karya penyutradaraan kedua bagi John Luessenhop setelah Lockdown (2000).

Comment:
Jalinan ceritanya mengingatkan saya akan The Italian Job yang legendaris itu. Plus dengan berbagai subplot di dalamnya yang saling kait-mengait terbilang mengadopsi gaya Crash. Namun jangan harapkan hasil akhirnya outstanding apalagi sampai memenangkan penghargaan internasional.
Penyebabnya adalah terlalu banyak yang berusaha disampaikan disini dan pada akhirnya tidak tertangkap dengan baik. Coba bayangkan segala permasalahan mulai dari kakak beradik yang bertengkar karena narkoba, dua rekan polisi yang bermasalah dengan keluarganya, cinta segitiga antar rekan pencuri dimana semuanya dibalut dalam nuansa pengkhianatan, persekutuan, kecurigaan, ketidakpercayaan dsb. Terdengar berat bukan?
Sutradara Luessenhop tampaknya sudah melakukan yang terbaik yang ia bisa, terlepas dari minimnya jam terbang yang dimilikinya. Yang paling kentara adalah pemberian karakterisasi yang maksimal pada setiap tokoh-tokoh di dalamnya. Namun sinematografi yang dihadirkannya tidak maksimal, salahkan kinerja kamera yang bergoyang-goyang selayaknya dilanda gempa terutama untuk adegan pengejaran.
Satu hal yang sebetulnya bisa menjadi nilai plus film ini adalah jajaran cast yang sangat menarik. Berbagai nama dari berbagai ras hadir disini, kesemuanya merupakan talenta-talenta yang dimiliki Hollywood. Sayangnya tidak cukup imbang pembagian scene di antara mereka semua. Lihat saja Saldana yang baru melambung dari Avatar tapi tidak mendapatkan banyak kans untuk mengeksplorasi aktingnya. Beruntung beberapa dari mereka yang diberikan porsi dominan seperti Dillon, Tip T.I.” Harris, Elba bermain cemerlang. Walau tidak demikian dengan Christensen yang tampil kaku ataupun Walker yang sepintas aktingnya tidak berbeda dari apa yang sudah-sudah. Kredit khusus dilayangkan bagi Ealy dan Brown yang berbagi chemistry kakak beradik secara pas.
Takers sudah mencoba menjadi film bertemakan pencurian dengan kandungan emosi di dalamnya yang diharapkan mampu menarik minat para penonton dewasa muda, tetapi sayangnya tidak mampu memaksimalkan segala potensi dasar yang sebetulnya ada. Pada akhirnya hanya akan menjadi action berkelas standar yang berusaha memuaskan anda para pecinta action flick pada khususnya. Bagi anda yang tidak menyukainya? Film ini hanya akan "mengambil" uang anda tanpa menawarkan sesuatu yang luar biasa!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$57,263,480 till end of October 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent