Showing posts with label paco plaza. Show all posts
Showing posts with label paco plaza. Show all posts

Monday, 9 April 2012

[REC] 3 : GENESIS Wrong Approach But Pleasant Mixed Ups


Tagline:
Two radically different films from Paco Plaza and Jaume Balagueró.

Nice-to-know:
Diproduksi keroyokan oleh Canal+ España, Filmax, Ono, Rec Génesis A.I.E., Televisió de Catalunya (TV3) dan Televisión Española (TVE).

Cast:
Leticia Dolera sebagai Clara
Diego Martín sebagai Koldo
Javier Botet sebagai Niña Medeiros
Àlex Monner sebagai Adrián
Mireia Ros sebagai Menchu

Director:
Paco Plaza melanjutkan apa yang sudah dimulainya dalam [Rec] (2007) dan [Rec] 2 (2009).

W for Words:
Film yang sempat diputar pada ajang South by Southwest Film Festival di USA pada tanggal 9 Maret 2012 yang lalu ini merupakan episode lain dari [Rec] (2007) yang fenomenal tersebut hingga diremake oleh Hollywood menjadi Quarantine (2008). Masih dari tangan pionir yang sama yaitu Paco Plaza, ia bersama penulis skrip lainnya yakni Luiso Berdejo kini menghadirkan drama thriller horor yang bersetting di sebuah acara pernikahan.
Clara dan Koldo yang saling mencintai sepakat untuk menikah dalam resepsi sederhana sepanjang hari yang dihadiri oleh keluarga, kerabat dan sahabat dekat mereka. Ketika paman Victor yang tengah sakit menyerang tamu wanita tua, infeksi mulai menjalar dari satu orang ke orang lain. Kepanikan melanda hingga memisahkan Clara dan Koldo yang sama-sama berjuang untuk bertemu kembali sekaligus mempertahankan nyawa masing-masing dari serangan zombie ganas membabi buta.

Jika anda mengharapkan trademark [Rec] dalam installment ketiganya ini bisa jadi kecewa karena konsep camcorder handheld yang “biasa” diusung oleh sutradara Paco Plaza cuma bertahan selama 22 menit pertama lewat sudut pandang sang videografer pernikahan profesional. Selebihnya tidak berbeda dengan film zombie kebanyakan dimana sinematografi konvensional tersaji dalam narasi linier yang pada akhirnya mengambil kejadian sebelum film pertama.
Tak dinyana, Diego Martin dan Leticia Dolera merupakan pasangan protagonis yang mudah disukai penonton. Keduanya elok dan terlihat saling mencintai. Usaha mereka untuk tetap selalu bersama akan menggugah simpati dan geregetan secara bersamaan. Perlawanan yang akhirnya dilakukan terhadap zombie bisa jadi mengundang tepuk tangan riuh audiens, lihat bagaimana Koldo melengkapi dirinya dengan baju besi dan pedang yang dipinjamnya dari makam atau Clara bertransformasi menjadi bridezilla dengan gergaji listrik di tangannya. Epic!

Tidak mudah memang untuk menggabungkan unsur komedi, horor dan romantika sekaligus. Humornya sedikit lebih dominan tapi terasa predictable sehingga kelucuannya tidak maksimal. Horornya masih mengandalkan make up dan darah yang cukup efektif. Sedangkan romantikanya terkesan naïf dan sarkastik meski lumayan berhasil menjaga tensi yang diinginkan. Sesungguhnya saya berhasil dipuaskan oleh [Rec] 3 ini sehingga ingin memberinya nilai 7.5. Namun seiring hilangnya gaya mockumentary kuat dari franchise [Rec] membuat saya harus menurunkannya satu bar. Still a pleasant presentation from a bunch of zombies who trying to ruin sweet Latinos couple’s big day!

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Tuesday, 13 April 2010

REC 2 : "Jawaban" Teror Dalam Apartemen Terinfeksi

Storyline:
Melanjutkan Rec yang menewaskan nyaris seluruh kru teve dan para anggota pemadam kebakaran di endingnya itu, kini giliran tim paramedis dan anggota SWAT yang ditugaskan mengevakuasi dan menganalisa gedung apartemen tersebut. Di luar dugaan salah satunya adalah Dr. Owen, pendeta yang menyamar yang mencurigai virus tersebut berkaitan dengan apa yang pernah terjadi di Vatikan beberapa waktu silam. Sementara itu teror berlanjut karena warga sekitar yang ikut terlibat turut terkontaminasi. Akankah Dr. Owen mampu menjawab penyebab kekisruhan tersebut?

Nice-to-know:
Paco Plaza dan Jaume Balaguero mendubbing suara beberapa orang yang terinfeksi dari berbagai jenis suara.

Cast:
Jonathan Mellor sebagai Dr. Owen
Manuela Velasco sebagai Ángela Vidal
Óscar Zafra sebagai Jefe (as Oscar Sánchez Zafra)
Ariel Casas sebagai Larra
Alejandro Casaseca sebagai Martos
Pablo Rosso sebagai Rosso

Director:
Kolaborasi Paco Plaza dan Jaume Balaguero sebelumnya Rec (2007) diadaptasi menjadi Quarantine (2008) untuk peredaran internasional dan menghasilkan $31,691,811 di pasar Amerika saja.

Comment:
Tepat berlangsung 15 menit setelah kejadian di ending REC. Film asli yang mau tidak mau dibandingkan dengan Quarantine. Keduanya nyaris sama secara kualitas walau saya pribadi lebih menyukai Quarantine yang saya tonton terlebih dahulu di bioskop baru REC di dvd. Menurut saya REC/Quarantine sangat nyata, orisinil sekaligus mengerikan ditambah dengan cast yang tampil wajar serta jalan cerita yang terbangun dengan baik. Lalu apa yang ditawarkan sekuelnya? Jawaban atas segala sesuatu yang terjadi! Namun penggarapannya sungguh tidak terkontrol, tidak ada perasaan turun naik selayaknya menikmati konser yang indah. Yang ada hanyalah sekumpulan orang-orang berlari kesana kemari, dialog yang diucapkan tanpa arah, shot kamera yang monoton apalagi pengembangan karakternya. Dan menggabungkan semua itu dengan unsur agama rasanya bodoh sekali walaupun doktrin yang digunakan cukup beralasan. Itu membuat saya bingung sekaligus terkantuk-kantuk menyaksikannya. Mata saya baru benar-benar terbuka di 15 menit terakhir yang cukup mengejutkan. Sedikit mudah ditebak arahnya, kejadian tersebut berlangsung menakutkan disyut dengan night-mode yang lagi-lagi sukses membangkitkan bulu kuduk. Yeah meskipun pada akhirnya sang "iblis" pun menang! Itulah jawaban yang anda cari dalam REC 2 sekaligus telah merusak prekuel REC yang sudah menjadi cult movie tersebut. Sayang sekali!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent