Showing posts with label michael youn. Show all posts
Showing posts with label michael youn. Show all posts

Friday, 6 May 2011

INCONTROLABLE : Derita Kehilangan Kendali Tubuh

Original title:
Son corps se rebelle!

Storyline:
Penulis skenario Georges memang bernasib buruk. Penampilan fisiknya yang kurang menarik juga membuatnya tidak disukai sahabat dan rekan-rekannya, terkecuali Marion yang diam-diam memperhatikannya. Kesialan demi kesialan yang dialami Georges diakhiri dengan sengatan listrik akibat kabel yang membelit di tepi jalan pada suatu malam. Keesokan harinya, Georges mendapati alter ego lain bernama Rex yang mengendalikan tubuhnya sendiri! Kini ia harus berjuang untuk memperbaiki hidupnya sendiri termasuk memenangkan hati Marion di depan keluarganya walaupun harus jatuh bangun.

Nice-to-know:
Mengacu banyaknya kritik yang diterima film ini, Michael Youn sempat menerbitkan surat tanggapan bernada kurang enak di website resminya sebelum akhirnya dihapus. Namun sayangnya isinya sudah tersiar kemana-mana.

Cast:
Sebelumnya mendukung Iznogoud (2005), Michaël Youn bermain sebagai Georges Pal
Hélène de Fougerolles sebagai Marion
Hippolyte Girardot sebagai Roger
Thierry Lhermitte sebagai Denis
Patrick Timsit sebagai Marc

Director:
Merupakan feature film pertama bagi Raffy Shart setelah lebih banyak menjadi penulis dan aktor.

Comment:

Sebelum menyaksikan film ini, rating system sebuah movieweb terpercaya di internet telah memperingatkan saya akan buruknya tontonan yang akan dicerna. Namun saya memutuskan untuk tetap menontonnya dan bersikap netral. Malang memang karena rating nyaris tidak dapat dibohongi. Komedi selama nyaris satu setengah jam ini “menyiksa” para penontonnya terus menerus dari awal sampai akhir dari berbagai sisi yang dimilikinya.
Sebenarnya plot dibuka dengan cukup menjanjikan dimana karakter Goerges seakan diberikan “kesempatan kedua” untuk menata hidupnya dari suatu “musibah” tak terduga yang dialaminya di suatu malam. Nyatanya hal itu tidak terjadi, skrip yang ditulis Raffy Shart ini malah dibiarkan terperosok semakin dalam dan dalam, seakan tidak ada jalan untuk kembali yang dapat menyelamatkan kualitas film ini, tanpa terkecuali endingnya yang aneh itu.
Sebetulnya Youn bukanlah komedian Perancis yang buruk. Perannya disini seakan mengingatkan kita pada tingkah laku Jim Carrey yang ajaib dan berlebihan itu. Dan ia tergolong cukup berhasil memainkan ekspresi dan bahasa tubuhnya sedemikian rupa untuk menyesuaikan kondisi “lepas kendali”nya tersebut. Memang sebagian dibantu properti palsu ataupun tali-tali kasat mata untuk menipu penglihatan audiens. Sah-sah saja!
Di luar karakter Goerges juga tidak membantu samasekali. Helene sebagai leading actress Marion memang terlihat menarik di depan kamera tapi sulit untuk menerka naik-turun perasaannya terhadap Georges. Lhermitte sebagai Denis memang terlihat sebagai ayah yang keras dan otoriter tapi apa yang dilakukannya tersebut nyaris tidak berarti apa-apa terhadap tokoh-tokoh sentral lainnya. Belum lagi karakter Grandma yang sangat komikal nan mengganggu itu.
Entah motivasi apa yang ada dalam pikiran penulis-sutradara Shart dalam menangani komedi yang terlalu slapstick ini. Incontrolable benar-benar sebuah bencana yang akan membuat pikiran anda sejenak kehilangan kontrol kewarasannya dengan kebodohan-kebodohan yang tidak berujung. Pada akhirnya rasa bingung, jijik dan sia-sia sudah membuang waktu akan mengiringi langkah gontai anda meninggalkan gedung bioskop.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Friday, 18 March 2011

THE PARIS EXPRESS : Misi Antar Paket Biang Masalah

Tagline:
Express Delivery.. Zero Stress..

Storyline:
Seorang kurir ekspress, Sam dengan skuternya bertekad menyelesaikan pekerjaan dadakan yang memberinya komisi besar dalam waktu sesingkat mungkin. Berbagai cara ditempuhnya demi menepati janji tepat waktu ke pesta pernikahan saudara kekasihnya, Nadia. Sayangnya tugas yang dikira mudah itu ternyata melibatkan banyak pihak yang mengincar paket tersebut. Kini Sam harus memutar otaknya untuk dapat menyelamatkan harinya sekaligus dirinya sendiri dari bahaya yang timbul satu-persatu.

Nice-to-know:
Berjudul asli Coursier dalam bahasa Perancis yang berarti kurir.

Cast:
Baru saja tampil sebagai Billy The Kid dalam Lucky Luke (2009), Michaël Youn kebagian peran sebagai Samuel Skjqurilngskwicz.
Géraldine Nakache sebagai Nadia
Jimmy Jean-Louis sebagai Steve Loki
Didier Flamand sebagai Maurice Skjqurilngskwicz
Catalina Denis sebagai Louise
Natalia Dontcheva sebagai Iris

Director:
Merupakan film kedua Hervé Renoh setelah Requiem (2001).

Comment:
Bisa jadi ide film ini muncul dari gabungan antara Taxi dan The Transporter, hanya saja unsur serius yang sedikit ditinggalkan dan digantikan oleh unsur komedi. Menarik rasanya melihat Europa Corp. yang juga dibentuk salah satunya oleh Luc Besson dalam menghasilkan film-film Perancis dengan berbagai genre yang bisa dijual di pasaran internasional.
Walau terbilang minim pengalaman, sutradara Renoh cukup handal meramu bumbu aksi dengan komedi secara seimbang di sepanjang durasinya. Anda juga seakan diajak tour menelusuri semua sudut jalan dan distrik kota Paris lewat petualangan Samuel dengan skuternya. Scene panjang dan pendek bergantian dihadirkan sebagai amplitudo ketegangan.
Pemilihan Youn sebagai Samuel memang terasa dapat dipercaya sebagai pria biasa yang berubah menjadi pahlawan dadakan. Meskipun kelemahan skrip dalam menggiringnya ke proses tersebut cukup terlihat. Nakache dan Denis terlihat pas sebagai dua karakter utama wanita. Sedangkan dari sisi antagonis tidaklah terlalu menakutkan mengingat sisi komedinya cukup dominan sehingga berbagai tingkah karikatural juga muncul disini. Lumayan menyenangkan melihat situasi tak diharapkan dapat disikapi secara jenaka oleh para tokoh disini yang kebetulan saling berbagi layar secara natural.
Walaupun di beberapa adegan krusial terasa berantakan karena dieksekusi terburu-buru (entah disengaja atau tidak demi menyiasati kekurangan yang mungkin timbul), The Paris Express cukup memenuhi standar tontonan aksi komedi yang fun untuk disaksikan di waktu senggang anda. Saran saya jangan coba-coba menyebutkan nama belakang Samuel jika tidak ingin lidah anda keseleo. Ending yang chaos memberikan twist yang menggelitik walau sebetulnya tidak baru. Berbagai ciri khas action tahun 80an akan muncul kembali disini seperti salah satu contohnya senjata palsu yang dapat mengecoh perhatian orang.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter: