Quotes:
Lula: We got the whole good cop/bad cop thing going on; except we're hookers.Nice-to-know:
Baik Katherine Heigl, Jason O'Mara, Daniel Sunjata dan Debra Monk kesemuanya pernah tampil dalam Grey's Anatomy.Cast:
Katherine Heigl sebagai Stephanie Plum
Jason O'Mara sebagai Joe Morelli
Daniel Sunjata sebagai Ranger
John Leguizamo sebagai Jimmy AlphaSherri Shepherd sebagai Lula
Debbie Reynolds sebagai Grandma Mazur
Director:Merupakan film layar lebar kedua bagi Julie Anne Robinson setelah The Last Song (2010).
W for Words:
Saya mengakui bahwa Katherine Heigl adalah aktris cerdas yang namanya masuk jajaran selebritis papan atas Hollywood selama beberapa tahun terakhir. Namun apa yang terjadi dengan pilihan perannya yang tampak semakin bodoh dari waktu ke waktu apalagi dengan kualitas sidekick yang semakin menurun. Komedi romantis yang diangkat dari novel Janet Evanovich ini tanpa pengecualian apalagi premisnya mirip sekali dengan The Bounty Hunter (2010).
Penggangguran dengan status janda cerai membuat Stephanie Plum harus menerima pekerjaan apapun termasuk sebagai pemburu bayaran dari sepupunya sendiri. Target pertama Stephanie tak lain tak bukan adalah mantan suaminya sendiri yakni Joe Morelli, seorang polisi yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Berhasilkah Stephanie membekuk Joe yang bersikeras bahwa ada pelaku lain di balik semua itu yang harus diungkapkan untuk membersihkan namanya?
Sutradara Julie Anne Robinson tampak bekerja keras untuk menjaga mood film agar tetap ringan. Lihat saja adegan dimana Grandma Mazur meledakkan kalkun sewaktu makan malam keluarga atau saat mobil Joe meledak karena bom yang ditargetkan untuk Stephanie. Atau yang lebih menjurus pornoaksi adalah ketelanjangan Stephanie kala diborgol Joe di kamar mandinya. Serentetan kejadian itu tak dinyana terkesan “memaksa“ penonton tertawa getir untuk tidak terlalu bersikap serius menikmatinya.
Saya tidak bermaksud mengecilkan arti Jason O’Mara tapi jika dibandingkan Ashton Kutcher, Josh Duhamel, Gerard Butler yang jauh lebih kharismatik? Heigl harus lebih selektif lagi dari sekadar mengumpulkan teman-teman sejawatnya dalam Grey’s Anatomy karena chemistry dengan lawan main teramat penting apalagi untuk genre semacam ini. Untungnya ia sendiri masih dapat menampilkan pesona gadis pirang seksi nan menggoda terlepas dari menyedihkannya karakter Stephanie Plum yang jatuh di titik terendah dalam hidupnya tersebut.
One For The Money bergerak dalam jalur yang tak beraturan, from no clue to clue but without any logical process along the way. Jika tidak percaya anda bisa runut aksi Stephanie Plum dari awal hingga akhir mulai dari “menelanjangi” dirinya sendiri, bertukar informasi dengan pelacur, belajar menembak sampai menyambangi preman. Dengan kuasa yang cukup besar karena duduk pula di jajaran produser eksekutif maka semua kesalahan patut ditujukan pada Heigl seorang yang entah ambisius atau kehabisan akal untuk menjual apa yang ia punya. She’s hot but we’ve already seen her in similar better roles before!Durasi:
91 menitU.S. Box Office:$23,679,658 till Feb 2012.
Overall:
7 out of 10
Movie-meter:
Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
Quotes:Steve Miller: [in letter to Ronnie] Love is fragile. And we're not always its best caretakers. We just muddle through and do the best we can. And hope this fragile thing survives against all odds.
Storyline:Ronnie bersama adiknya Jonah harus menghabiskan musim panas di rumah ayahnya Steve 5 tahun paska perceraian dengan ibunya Kim. Ronnie tumbuh menjadi gadis pemberontak yang antipati pada ayahnya sampai ia bertemu pemuda lokal bernama Will dimana keduanya saling tertarik pada pandangan pertama. Tanpa Ronnie ketahui, ayahnya menderita kanker paru-paru dan hidupnya tinggal sebentar lagi. Dalam kebingungan, musik lah yang akhirnya menyatukan Ronnie dan ayahnya itu sambil membuat keputusan terbaik apakah melanjutkan asmara yang berliku dengan Will.Nice-to-know:Film pertama yang diadaptasi Nicholas Sparks ke dalam novel karangannya.Cast:Peran utama pertamanya di luar karakter Hannah Montana, Miley Cyrus berperan sebagai Ronnie Miller, gadis pemberontak yang berusaha percaya pada cinta yang dialaminya.Pernah dinominasikan Aktor Pembantu Terbaik Oscar lewat As Good As It Gets (1998), Greg Kinnear bermain sebagai Steve Miller, ayah pemusik yang berupaya berdamai dengan putrinya paska perceraian dengan istrinya.Bobby Coleman sebagai Jonah MillerLiam Hemsworth sebagai Will BlakeleeKelly Preston sebagai KimDirector:Merupakan debut layar lebar pertama bagi Julie Anne Robinson yang sebelumnya hanya menyutradarai beberapa serial televisi termasuk 5 episode Grey's Anatomy.Comment:Saya harus katakan film ini sebetulnya memiliki potensi yang baik tetapi sayangnya banyak sekali kesalahan mendasar di dalamnya. Saya ingin sekali menyukainya seperti saya mampu menontonnya dengan cukup antusias tapi banyak hal yang sebetulnya buruk untuk ukuran sebuah tontonan.Pertama, Miley Cyrus mencoba usaha terbaiknya untuk berakting disini. Di beberapa scene cukup berhasil tetapi secara keseluruhan tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah moodnya dari on (bercinta, bergembira) menjadi off (marah, memaki) ataupun sebaliknya sepanjang film. Sayang sekali upayanya untuk keluar dari karakter Hannah Montana belum berhasil.Kedua, plot film terkadang kebingungan untuk memberikan porsi lebih untuk hubungan ayah dan putrinya yang bermasalah atau dua remaja berlawanan jenis yang putus sambung? Berbagai subplot yang dibebankan di antaranya juga tidak berhasil membelokkan fokus film.Ketiga, skripnya teramat klise dan mudah ditebak. Sutradara Robinson juga tidak mampu memberikan kontribusi untuk memasukkan hal-hal baru untuk menghindari stereotype film-film adaptasi penulis Nicholas Sparks. Terlalu banyak elemen-elemen sejenis yang terbawa disini.Beruntung masih ada beberapa nilai plus yang menyelamatkan film ini dari kategori sampah seperti gemilangnya akting Kinnear dan Coleman sebagai ayah dan anak yang menampilkan perubahan emosi dengan baik. Juga harus diakui Cyrus dan Hemsworth terlihat good looking serta kisah cinta di dunia nyata mempengaruhi chemistry keduanya disini.Selebihnya The Last Song hanyalah drama remaja biasa yang gampang sekali ditebak alurnya. Inkonsistensi mewarnai keseluruhan durasi. Ada scene tertentu yang disajikan mellow tapi tidak benar-benar menohok perasaan penontonnya. Sayang sekali!Durasi:105 menitU.S. Box Office:$62,933,793 till mid July 2010.Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent