Showing posts with label elijah wood. Show all posts
Showing posts with label elijah wood. Show all posts

Saturday, 10 December 2011

HAPPY FEET 2 : Pencarian Identitas Kiamat Bangsa Pinguin

Quotes:
The Mighty Sven: If you want it, you must will it. If you will it, it will be yours.


Storyline:
Mumble kesulitan menghadapi putranya Erik yang tidak bisa berdansa tetapi terobsesi untuk terbang melihat figur idolanya, The Mighty Sven. Tak lama kemudian, bencana alam yang menyebabkan dataran yang tertutup es mulai hancur perlahan-lahan pun mengancam eksistensi bangsa penguin yang terjebak tanpa makanan dan jalan keluar. Mumble dan Gloria beserta Sven dan kawan-kawan harus memutar otak untuk menyatukan bangsa penguin agar tidak kehilangan harapan walau harus menanggung resiko bahaya pribadi demi tujuan yang lebih mulia lagi.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Mitchell dan Dr D Studios, sekuel ini beredar di Amerika Serikat pada tanggal 18 November 2011.

Voice:
Elijah Wood sebagai Mumble
Pink sebagai Gloria
Ava Acres sebagai Erik
Brad Pitt sebagai Will the Krill
Matt Damon sebagai Bill the Krill
Hank Azaria sebagai The Mighty Sven

Director:
Sekuel pertama yang dikerjakan George Miller adalah Mad Max 2: The Road Warrior (1981).

Comment:
Masih ingat dengan kisah penguin yang pandai berdansa menderapkan kaki di saat mencari jati dirinya yang berbeda dari kawanannya? Happy Feet (2006) waktu itu mencatat sukses luar biasa yaitu perolehan box office 198 juta dollar dari peredaran di Amerika Serikat saja yang kemudian dilengkapi oleh gelar Film Animasi Terbaik dalam ajang Academy Awards 2007. Tidak heran jika 5 tahun kemudian, muncul sekuelnya dengan tema yang lebih dewasa.
Gary Eck dan Paul Livingston melengkapi line-up George Miller dan Warren Coleman yang memang sudah terlibat dari prekuelnya. Kali ini mereka berempat mengajak penonton untuk mengenal sosok Mumble dan Gloria sebagai orangtua dari putra kecil mereka, Erik yang memiliki kesulitan untuk menggerakkan kaki. Bukan hanya itu, isu gangguan keseimbangan alam juga disajikan sebagai latar belakang cerita yang memang bisa mengancam eksistensi makhluk hidup tanpa terkecuali.

Wood masih menyumbangkan kontribusi yang sama dalam tokoh Mumble yang lugu tetapi tulus itu. Pink yang terpilih sebagai Gloria di luar dugaan mampu memberikan aksen yang berbeda. Tone suara rockernya ternyata mampu menyanyikan lagu ballad dengan baik seperti dalam nomor Do Your Thing, Bridge of Light atau Rhythm Nation. Acres juga menyulihkan suara si kecil Erik dengan lumayan meskipun dalam lagu Erik’s Opera yang sangat mendalam itu harus diback up oleh Omar Crook. Jangan lupakan juga gaya humor khas Azaria dan Williams dalam sosok Ramon dan Sven sekaligus.
Entah mengapa saya merasa tokoh Will dan Bill the Krill yang sebetulnya berada di luar konteks cerita utama seakan dibiarkan memiliki porsi tersendiri dengan petualangan mencari kerumunannya sendiri. Mungkin mengingatkan anda pada sosok Scrat dalam trilogi Ice Age yang amat sukses mencuri perhatian di setiap kemunculannya itu. Penunjukan Damon dan Pitt untuk mengisi suara dua udang kecil yang warna dan tekstur tubuh detil yang enak dipandang itu juga terbilang bijak.

Sutradara Miller bisa jadi lupa bahwa Happy Feet seharusnya menjadi tontonan seluruh anggota keluarga. Sekuelnya ini sedikit terlalu gelap untuk dinikmati anak-anak karena karakter penguin-penguin muda yang tak jarang diberikan tanggungjawab berat untuk memikul bahaya. Efek 3D memang ditempatkan secara benar di beberapa bagian bawah laut terutama di setiap scene Will-Bill yang menyala itu tapi rasanya tidak terlalu penting dalam memberikan nilai tambah.
Happy Feet Two ini sebetulnya sebuah sekuel yang tak diperlukan mengingat premis pencarian jati diri penguin yang memiliki kebiasaan unik sulit untuk diulang atas dasar apapun juga. Terbukti bagian pembuka hingga pertengahan tidak menawarkan hal-hal baru. Beruntung setelah itu menuju ending, intensitasnya naik lewat berbagai momen ajaib nan menyentuh yang banyak terbantu oleh lagu-lagu mixed up lawas seperti We Are The Champions, Ice Ice Baby ataupun Dragostea Din Tei. Nilai yang dapat dipetik tentunya kepedulian terhadap sesama makhluk hidup harus diperhatikan terutama sewaktu menghadapi bahaya yang bisa menjerumuskan semua pihak.

Durasi:
99 menit

U.S. Box Office:
$51,704,566 till Dec 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Wednesday, 28 October 2009

9 : Perlawanan Penghuni Bumi Masa Depan

Quotes:
9-Why do you listen to 1?
5-A group must have a leader.
9-But what if he's wrong?

Cerita:
Saat 9 terbangun, ia menyadari bahwa kondisi dunia setelah kiamat tanpa manusia satupun! Kemudian ia menemukan sebuah komunitas kecil dimana yang semua jenisnya sama seperti dirinya selalu hidup dalam bayang-bayang ketakutan robot penghancur segala makhluk di bumi. 9 kemudian meyakinkan yang lain untuk melakukan perlawanan daripada bersembunyi selama ini. Strategi pun disiapkan dan mungkin saja masa depan peradaban ada di tangan mereka.

Gambar:
Animasinya tergolong mengagumkan, detail dan terlihat real dimana makhluk-makhluk penghuni bumi di masa depan diwujudkan dalam sosok yang unik.

Voice:
Christopher Plummer sebagai #1
Martin Landau sebagai #2
John C. Reilly sebagai #5
Crispin Glover sebagai #6
Jennifer Connelly sebagai #7
Fred Tatasciore sebagai #8 / Radio Announcer
Elijah Wood sebagai #9

Sutradara:
Merupakan animasi remake bagi Shane Acker yang pernah mengarahkan film pendek 11 menit berjudul sama yaitu 9 (2005).

Comment:
Menonton film ini di awal seakan dimulai dari tengah-tengah. Sulit rasanya mencari penjelasan yang detail atas apa yang sesungguhnya terjadi sebelum itu sehingga penonton boleh jadi tidak terlalu intens lagi untuk mengikuti keseluruhan kisahnya apalagi peduli pada nasib tokoh-tokohnya. Plot cerita yang terasa berlubang-lubang dan ambigu disana-sini, belum lagi eksplorasi cerita yang kurang masuk akal. Memang harus diakui dari segi animasi, 9 sangat rapi dan memanjakan mata ditambah beberapa adegan aksi yang cukup memikat. Itulah poin utamanya. Tetapi di luar keunikan gaya dan tampilan artnya, rasanya masih banyak film sejenis lain yang lebih menjanjikan.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$31,339,937 till end Oct 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!