Showing posts with label chris evans. Show all posts
Showing posts with label chris evans. Show all posts

Saturday, 5 May 2012

THE AVENGERS : Teamed Up Superheroes And Bang Bang Boom


Quotes:
Loki: What have I to fear?
Tony Stark: The Avengers. That's what we call ourselves. Sort of like a team. Earth's mightiest heroes, type thing.

Nice-to-know:
Film Marvel pertama yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures ini sudah tayang di Amerika Serikat pada tanggal 11 April 2012 yang lalu.

Cast:
Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark / Iron Man
Chris Evans sebagai Steve Rogers / Captain America
Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner / The Hulk
Chris Hemsworth sebagai Thor
Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff / Black Widow
Jeremy Renner sebagai Clint Barton / Hawkeye
Tom Hiddleston sebagai Loki

Director:
Merupakan film kedua bagi Joss Whedon setelah Serenity (2005).

W For Words:
Sulit dipercaya jika keluaran pertama Marvel Studio di tahun 2008 yaitu Iron Man sesungguhnya merupakan proyek perjudian. Nyatanya empat film kemudian yang disusul berturut-turut oleh Iron Man 2 (2010), Thor (2011), Captain America : The First Avenger (2011), kesemua karakter pahlawan super tersebut bersatu-padu dalam sebuah film blockbuster yang diluncurkan sebagai appetizer summer movies tahun 2012 ini sekaligus tayangan pembuka teater IMAX Gandaria City XXI yang baru beroperasi di Indonesia.
Kepala S.H.I.E.L.D sebuah perusahaan penjaga perdamaian dunia, Nick Fury kerapkali berhubungan dengan komite Marvel Super Heroes yang beranggotakan Iron Man, The Incredible Hulk, Thor, Captain America, Hawkeye dan Black Widow. Suatu ketika adik Thor, Loki dan kawanannya bertekad menguasai dunia melalui kubus The Tesseract yang mampu menyerap kekuatan tanpa batas dari dimensi lain. Kini para pahlawan super itu beraksi kembali demi mencegah kerusakan dan kehancuran yang lebih besar lagi.

Komik yang digagas oleh Stan Lee dan Jack Kirby itu kemudian disadur oleh Joss Whedon dan Zak Penn ke dalam skrip yang sangat sederhana dengan tujuan mudah dimengerti oleh penonton yang murni menginginkan sebuah hiburan belaka. Bertindak pula sebagai sutradara, Whedon tampak paham betul bagaimana menghabiskan bujet 220 juta dollar ke dalam eksekusi cerdas nan jitu. Terlepas dari durasinya yang terlalu lama, penonton tidak akan terlalu merasakannya karena sibuk dijejali adegan aksi penuh antusiasme dari awal sampai akhir.
Seperti sudah diduga sebelumnya, Iron Man mendapat porsi terbesar dengan figur Tony Stark yang haus popularitasnya itu. Captain America dan Thor terlihat lebih nyaman di belakangnya melanjutkan apa yang sudah dilanjutkan duet Chris sebelumnya dalam feature film masing-masing. Black Widow memberikan kesan feminisme yang kental apalagi dalam kostum spandex yang seksi itu. Debut penampilan Jeremy Renner sebagai Hawkeye dan Mark Ruffalo sebagai Hulk yang teramat destruktif patut diacungi jempol terlepas dari faktor “kurang terdepan” nya mereka di antara yang lainnya. Jangan khawatir, anda tak akan kehilangan salah satu aksi dari mereka karena kemunculan yang bergantian.

Mengingat Captain America dan Thor sudah dibalut dalam teknologi 3D maka tidak ada alasan film ini muncul tanpa 3D. Jika anda bertanya pada saya apakah 3D nya layak? Saya cenderung menjawab iya. Joss Whedon memang melakukan post-converted di akhir tahun 2011 lalu tetapi sudah cukup memfasilitasi live action movie semacam ini. Pertarungan indoor yang dominan disini mungkin efek 3D nya tidak akan terasa tetapi khusus outdoor –terlebih di pertarungan akhir- jelas terasa karena kedalaman gambar yang signifikan, membuat anda seperti melihat ke luar jendela New York City.
Para pecinta komik The Avengers dipastikan menaruh harapan setinggi-tingginya akan adaptasi teranyarnya ini. Saya pastikan anda tidak akan kecewa! Bagi khalayak umum yang tidak terlalu memfavoritkan komiknya akan tetap menikmati sajian yang tak hanya luar biasa tetapi juga paling menghibur di antara deretan film adaptasi komik lainnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat pahlawan super kesukaan anda belajar untuk kompak sebagai sebuah kesatuan demi rasa kemanusiaan yang tinggi. Kita berharap saja sekuel yang tampaknya tidak terhindari itu tak akan lebih dari sekadar pengulangan belaka.

Durasi:
142 menit

U.S. Box Office:
$178,400,000 till April 2012

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sunday, 11 September 2011

CAPTAIN AMERICA : THE FIRST AVENGER Kiprah Awal Tentara Pemimpin Bertameng

Quote:
Johann Schmidt: What makes you so special?
Steve Rogers: Nothing. I'm just a kid from Brooklyn.


Storyline:
Tahun 1942, Amerika menghadapi Perang Dunia II melawan Jerman. Steve Rogers yang bertubuh lemah dan sakit-sakitan tetap nekad mendaftar untuk militer, jiwa kepahlawanannya memang melebihi kemampuan fisiknya. Kesempatan datang saat Dr. Erksine mengajaknya bergabung dalam program rahasia Project Rebirth yang kemudian mengubah nasibnya di kemudian hari. Sayangnya rahasia tersebut berusaha dicuri oleh Hydra yang dikepalai oleh Johann Schmidt alias the Red Skull. Mampukah Steve menjalankan tanggungjawab barunya sebagai Kapten Amerika?

Nice-to-know:
Banyak nama-nama besar yang sempat dikabarkan mengisi jajaran aktor-aktris film ini sebelum batal karena berbagai alasan. Termasuk tiga nama yang sedianya menjadi sutradara yaitu Louis Leterrier, Jon Favreau dan Nick Cassavetes.

Cast:
Pernah mendukung Not Another Teen Movie (2001) di awal karirnya, Chris Evans berperan sebagai Steve Rogers alias Captain America
Angkat nama lewat serial televisi The Prisoner (2009), Hayley Atwell bermain sebagai Peggy Carter
Sebastian Stan sebagai James Buchanan 'Bucky' Barnes
Tommy Lee Jones sebagai Colonel Chester Phillips
Hugo Weaving sebagai Johann Schmidt / Red Skull
Dominic Cooper sebagai Howard Stark

Director:
Saya paling mengenal Joe Johnston dalam film petualangan keluarga Jumanji (1995).

Comment:
Marvel sangatlah populer dengan tokoh-tokoh superheronya yang berangkat dari komik hingga akhirnya diproyeksikan ke layar lebar selama satu dekade terakhir. Memang baru beberapa diantaranya, not much but already quite numbers, tapi sudah mencatat raupan dollar yang begitu tinggi sehingga tidak heran jika tren serupa akan terus berlanjut. Salah satunya yang mendapat giliran kali ini adalah karakter Steve Rogers yang menjadi pusat perhatiannya.
Duo penulis skrip Christopher Markus dan Stephen McFeely membagi hidup seorang Steve Rogers dalam 3 tahap disini. Pertama, Steve pecundang berbadan kurus tapi berjiwa besar. Kedua, Steve hasil eksperimen berbadan tegap yang diproyeksikan sebagai maskot tentara Amerika. Ketiga, Steve yang bertindak sesuai jiwa heroiknya berpartisipasi dalam peperangan melawan Jerman yang dikomandoi oleh Johann Schmidt.

Sayangnya hal-hal tersebut sudah pernah kita saksikan sebelumnya dalam berpuluh-puluh film hasil adaptasi komik superhero tanpa perlu saya sebutkan satu persatu lagi. Konsep From zero to hero! Sutradara Johnston juga tidak banyak membantu dengan alur linier yang dikembangkannya, semua serba predictable bagi penonton. Sesulit itukah membangun konflik dengan lebih cerdas atau setidaknya bermain dengan tensi yang lebih tinggi untuk memberikan suguhan yang lebih bernilai?
Secara postur, Chris Evans memang pilihan terbaik. Efek CGI yang menjadikannya kurus di bagian awal film sukses mencengangkan penonton. Namun dari segi akting, tidak banyak perbedaan yang diperlihatkannya dari karakter Human Torch kecuali sifat komediknya yang hilang samasekali disini. Penjiwaannya pun masih tergolong dangkal jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Maguire ataupun Downey, Jr sebelumnya.
Weaving pernah memukau sebagai antagonis dalam The Matrix Trilogy tetapi sebagai Red Skulls, kharismanya seakan lenyap ditutupi topeng merah ala Hellboy yang terlihat bodoh itu. Kekejamannya sebagai pemimpin Hydra tidak pernah benar-benar memancing antipasti penonton. Atwell yang bermain sebagai love interest Steve Rogers terlihat “bagus” dalam seragam Peggy Carter tetapi lagi-lagi karakterisasinya terlalu lemah dalam menciptakan percikan api romantisme yang terang benderang. Beruntung keluguan dan kesalahpahaman yang kerap dialami keduanya masih dapat menimbulkan rasa gemas tersendiri.

Bujet 140 juta dollar jelas dihabiskan untuk spesial efek yang cukup memanjakan mata. Sebut saja pistol laser biru canggih yang sanggup menghancurkan tubuh manusia dalam sekejap itu, medan peperangan yang didesain sedemikian rupa sebagai panggung baik di darat maupun di udara dan lain-lain. Semuanya dalam balutan nuansa kebiruan walau terkadang semua teknologi yang digunakan terasa terlalu canggih untuk tahun 40an.
Captain America : The First Avenger adalah sebuah repetisi dari apa yang sudah anda saksikan di tahun-tahun sebelumnya. Tidak akan meninggalkan kesan yang dalam, salahkan kedangkalan karakterisasi atau level keseriusan permasalahan yang disampaikan. Yang patut diapresiasi hanyalah kiprah seorang manusia biasa berjiwa luar biasa bernama Steve Rogers dengan tamengnya yang benar-benar ampuh melindunginya itu. Memang tidak jarang pahlawan justru muncul dalam identitas yang tidak terbayangkan sekalipun dan orang itu bisa jadi ada di sekitar anda.

Durasi:
125 menit

U.S. Box Office:
$172,272,760 till Sept 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Friday, 28 May 2010

THE LOSERS : Kebangkitan Sekelompok Pecundang Terkhianati

Quotes:
Pooch-Oh my God, I'm the Black Macgyver.
[pause]
Pooch-Blagyver.

Storyline:
Anggota U.S. special force masing-masing Jensen, Roque, Pooch, Cougar yang dikomandani oleh Clay tiba-tiba menjadi sorotan media karena menyebabkan 25 anak Bolivia terbunuh dalam suatu misi karena pengkhianatan Max. Mereka berlima membuang identitas dan hidup bersembunyi di Karibia. Semua mulai berubah saat anggota C.I.A yang cantik, Aisha menawarkan kehidupan mereka kembali seperti semula dengan cara menghentikan Max yang berencana membeli senjata mutakhir berteknologi tinggi yang bisa meleburkan dunia tanpa sisa dalam sekejap! Berhasilkah Clay dkk menuntaskan misi tersebut sambil tetap berjalan di bawah radar?

Nice-to-know:
Skripnya didasarkan pada bagian awal komik "The Losers" yang muncul dalam edisi 1-6 DC Vertigo comic ditulis oleh Andy Diggle dan digambar oleh Jock.

Act:
Boleh dibilang Jeffrey Dean Morgan telat bersinar justru di usia memasuki pertengahan padahal memulai karir layar lebar dalam Uncaged (1991). Kali ini sebagai Clay, Dean Morgan kembali menunjukkan kharismanya.
Baru saja memesona dalam film terlaris sepanjang masa Avatar (2009), Zoe Saldana disini sebagai Aisha, si cantik yang misterius.
Pernah mendukung sekuel yang dianggap gagal, Speed 2 : Cruise Control (1997), Jason Patric bermain antagonis sebagai Max.
Chris Evans sebagai Jensen
Idris Elba sebagai Roque
Columbus Short sebagai Pooch
Óscar Jaenada sebagai Cougar

Director:
Sylvain White terakhir menggarap Stomp The Yard (2007) yang banyak bertaburan bintang-bintang Afro-Amerika termasuk penyanyi R&B kontroversial, Chris Brown.

Comment:
Memasuki musim panas, banyak sekali film-film yang diunggulkan meraih hit termasuk salah satunya ini. Tanpa ekspektasi apa-apa, saya menyaksikannya hanya sekadar mengisi waktu. Pada akhirnya merasa terhibur dengan aksi-aksi yang disuguhkan. Dan rasanya itulah yang seharusnya dilakukan anda juga yaitu jangan menaruh harapan tinggi! Semua elemen film aksi ada disini seperti pahlawan yang dikhianati, sekelompok protagonis yang memiliki keahlian masing-masing, antagonis yang ingin menguasai dunia dan tentunya gadis cantik seksi bersenjata yang tangguh. Belum lagi kejar-mengejar, tembak-menembak jarak jauh maupun dekat, ledakan mobil helikopter dsb. Keseluruhan unsur tersebut untungnya dikombinasikan sutradara White dengan humor yang memancing tawa sehingga plotnya yang mudah ditebak menjadi sedikit terselamatkan. Dean Morgan rasanya terlihat terlalu tua untuk bertarung tetapi memperlihatkan akting yang baik sebagai pemimpin. Evans cukup mencuri perhatian dengan pakaian warna-warninya sepanjang film. Saldana agak sulit mengesankan karena masih terkenang peran Neytiri yang legendaris itu, Short, Elba dan Jaenada terlihat kelebihannya dari fisik yang kokoh sehingga cocok dalam film semacam ini, Kesatuan protagonis tersebut tidak diimbangi oleh antagonis yang terkesan canggung termasuk Patric dan McCallany. Endingnya mungkin sudah dapat diduga audiens tetapi memungkinkan adanya sekuel jika The Losers ini laris. Kita tunggu saja!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$23,082,102 till end of May 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent